Junimart Girsang

Anggota Komisi III DPR RI (2014 - 2019)
LahirMedan, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia, 3 Juni 1963
ProfesiAnggota Komisi III DPR RI (2014 - 2019)
Karier
  • Pengacara Firma Hukum TR. Messakh, S.H. & Rekan
  • Pendiri dan Pengacara Firma Hukum JnR
  • Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (2015-2016)
  • Anggota Komisi III DPR RI (2014-2019)
Pendidikan
  • SDN Teladan di Sidikalang
  • SMPN 1 Sidikalang
  • SMP BPPK Bandung
  • SMA BPPK Bandung
  • S1 Fakultas Hukum, Universitas Parahyangan, Bandung
  • S2 Program Magister Management, Universitas Satyagama, Jakarta
  • S2 Program Hukum Pidana, Universitas Padjadjaran, Bandung
  • S3 Program Doktor Ilmu Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung

Putra Medan yang lahir pada 3 Juni 1963 ini sejak 2014 telah menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI hingga 2019 mendatang. Ia mewakili PDI Perjuangan dari Dapil Sumatera Utara III. Di DPR ia ditempatkan di Komisi III yang membidangi persoalan hukum, HAM, dan keamanan.

Nama Junimart Girsang barangkali terdengar asing bagi masyarakat awam. Namun, hal itu tidak berlaku bagi para pejabat, pengusaha, bahkan pesohor Indonesia. Pria berdarah Batak ini dikenal sebagai salah advokat hukum yang kerap menangani kasus para petinggi dan tokoh publik di Indonesia.

Lahir dan tumbuh besar di Medan, Junimart beserta keluarga hijrah ke Bandung ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Setelah lulus dari SMA BPPK Bandung, ia melanjutkan studi di Universitas Parahyangan. Pendidikan tingkat sarjana pun berhasil diselesaikan dengan meraih gelar Sarjana Hukum.

Aktivitas akademis tersebut dilanjutkan Junimart ke jenjang yang lebih tinggi. Junimart kemudian meneruskan pendidikan pascasarjana di dua perguruan tinggi: Universitas Satyagama Jakarta dan Universitas Padjajaran Bandung. Ia memperoleh dua gelar magister, masing-masing untuk Program Magister Manajemen dan Hukum Pidana secara berurutan.

Setelahnya, pengacara yang kerap bertindak selaku kuasa hukum banyak perusahaan ternama baik dalam maupun luar negeri ini lantas menyelesaikan program doktoral bidang Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran. Tak hanya itu, Junimart juga pernah mengikuti pendidikan Keimigrasian dan Konsultan Hukum khusus untuk Pasar Modal.

Perjalanan karier Junimart dimulai ketika magang di firma hukum TR. Messakh, S.H. & Rekan. Berbekal pengalaman dan pengetahuan saat magang, Junimart pun memutuskan membuka praktik hukum sendiri. Pada 1991, kantor hukumnya berdiri dengan nama JnR. Selain menjalani praktik hukum swasta, Junimart juga bergiat dalam kelembagaan profesional seperti Asosiasi Advokat Indonesia dan Peradi.

Seiring melesatnya karier, nama Junimart pun kian tersohor. Junimart Girsang sempat mendampingi para wartawan harian umum Berita Buana, bertindak selaku tim kuasa hukum Mabes POLRI atas pembelaan terhadap tuduhan pelanggaran HAM berat, dan menjadi tim penasehat hukum Megawati Soekarno Putri ketika menjabat Presiden RI.

Selain itu, Junimart juga pernah ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Gubernur Bank Indonesia, J. Soedradjad Djiwandono. Ketika Ardhia Pramesti Regita Cahyani alias Tata menggugat cerai Hutomo Mandala Putra yang juga putra bungsu Soeharto, ia pun resmi menjadi advokat hukumnya.

Kasus paling santer yang beberapa warsa ini ditangani Junimart terjadi di tahun 2013. Kala itu, pengacara kondang ini terlibat sebagai tim pembela terdakwa korupsi Nazaruddin yang membongkar kasus korupsi di tubuh DPR.

Selain bertugas di Komisi III, selaku anggota dewan Junimart juga merangkap tugas sebagai Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Akan tetapi, pada Maret 2016 terjadi mutasi internal di Fraksi PDI Perjuangan sehingga posisi Junimart sebagai Wakil Ketua MKD digantikan Hamka Haq.