Johan Budi Sapto Pribowo

LahirMojokerto, Jawa Timur, Indonesia, 29 Januari 1967
Profesi
Karier
  • Juru Bicara KPK (2006-2014)
  • Staf Khusus Bidang Komunikasi Kepresidenan (2016)
Pendidikan
  • SMAN 1 Sooko Mojokerto (1984)
  • SMPN 2 Mojokerto (1981)
  • Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1992)

Pria bernama lengkap Johan Budi Sapto Prabowo ini lahir di Mojokerto pada 29 Januari 1967. Johan Budi dikenal sebagai juru bicara  dan wartawan Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo di bidang Komunikasi. Sebelumnya, pada tahun 2015 ia menjadi Pelaksana Tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2015 menggantikan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang diberhentikan sementara.

Alumnus Fakultas Teknik UI ini telah berkarier di KPK sejak lembaga itu dibentuk pada 2005 sebagai Staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat. Selanjutnya pada 2006 sampai dengan 2014, Johan didaulat menjadi juru bicara KPK selama tiga periode. Periode 2014 - 2015, ia pun pernah menjabat sebagai Deputi Pencegahan KPK. Pada Juli 2011, dia sempat menyatakan mundur dari jabatannya sebagai juru bicara KPK saat kasus wisma atlet sedang diselidiki.

Johan beralasan, pengunduran dirinya ia lakukan agar bisa menjalani seleksi calon pimpinan KPK yang tengah diikutinya. Selain itu, ia menyatakan bahwa pengunduran diri itu akan memberi keleluasaan jika Deputi Pengawasan Internal KPK memeriksanya. Sebab, kala itu Johan dituding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin ikut dalam pertemuan di Hotel Formula One Cikini bersama Direktur Penyidikan Ade Raharja. Meski demikian, pimpinan KPK yang saat itu dipegang Abraham Samad meminta Johan untuk tetap bertahan.

Sebelum mengabdi pada lembaga KPK, Johan Budi mulanya bekerja sebagai wartawan di beberapa media massa. Ia pernah menjadi kolumnis Harian Media Indonesia pada 1994 – 1999 serta reporter dan editor di Majalah Forum Keadilan sejak tahun 1995 hingga 2000. Selain itu, kiprah di dunia pers juga ia dapatkan ketika penerima penghargaan The Golden Speaker dari Rakyat Merdeka Group ini bergiat di Majalah Tempo pada tahun 2000 sampai dengan 2005.

Terkait penunjukkannya sebagai Juru Bicara Presiden Jokowi pada awal 2016 lalu, Johan menyatakan pemilihannya bukan dari sisi politis melainkan merupakan profesionalitas. Pengangkatannya sebagai Staf Khusus Bidang Komunikasi itu dilihat dari pengalamannya sebagai wartawan selama 10 tahun dan juru bicara KPK selama 12 tahun. Selain mengomunikasikan kegiatan Presiden, Johan Budi juga bertugas menyuarakan program-program pemerintah kepada masyarakat, dan juga program yang berkaitan dengan kementerian.

Perihal digelarnya simposium perkara 65 tandingan, Johan Budi sebagai Staf Khusus Presiden di Bidang Komunikasi enggan memberi komentar. Hal itu, tutur Johan, diserahkan kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan. Seminar bertema “Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi Lain” yang digelar sejumlah purnawirawan militer pada 1- 2 Juni 2016 itu merupakan tandingan dari simposium sebelumnya yang dihelat pemerintah.