Jero Wacik

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat
Lahir: Singaraja, Bali, Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Indonesia, 24 April 1949
Karir
  • Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2011-2014)
  • Menteri Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (2004-2011)
  • Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
  • Direktur Utama PT Putri Ayu
  • Presiden Direktur PT Griya Batu Bersinar
  • Assistant Service Manager sampai Government Sales Manager PT United Tractors (1974-1990)
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat
Pendidikan
  • Institut Teknologi Bandung
  • Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Rabu, 3 September 2014, menjadi hari yang tidak terlupakan bagi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Ia resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi tersangka. Petinggi Partai Demokrat itu diduga melakukan pemerasan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kurun waktu 2011-2012. Dikutip dari portal Suara.com, KPK sudah menetapkan Jero menjadi tersangka berdasarkan pada Surat Perintah Penyidikan tertanggal 2 September 2014. Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK saat itu, mengatakan bahwa pasca diangkat menjadi menteri di Kementerian ESDM, maka diperlukan dana untuk operasional menteri yang lebih besar. Untuk mendapatkan dana yang lebih besar dari yang sudah dianggarkan, jalan yang dipilih adalah ‘meminta’ beberapa orang dalam kementrian untuk melakukan 'beberapa hal'. Beberapa hal yang dimaksud adalah tindakan yang diambil agar nilai dana bisa menjadi lebih besar, misalnya pendapatan dari kick back kegiatan pengadaan.

Indikasi modus lain yang ditemukan KPK adalah melalui kegiatan pengumpulan dana dari kegiatan yang sudah direncanakan atau rapat-rapat fiktif. Misalnya juga pengumpulan dari rekanan dana-dana penggunaan terhadap program-program tertentu, atau misalnya dilakukan beberapa kegiatan rapat-rapat yang sesungguhnya sebagian besar dari rapat itu merupakan rapat-rapat fiktif. Apa yang dilakukan oleh Jero Wacik dianggap sebagai sebuah bentuk penyalahgunaan wewenang dan pemerasan yang mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp9,9 miliar. Ia dijerat dengan Pasal 12 Huruf E juncto pasal 23 juncto Pasal 421 KUHP.

Jero Wacik adalah Menteri ESDM periode 2011-2014. Ia menyerahkan tongkat estafet jabatan Menteri Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang ia jabat sebelumnya kepada Mari Elka Pangestu.

Sebagai menteri ESDM, pria kelahiran Siangaraja, Bali, 24 April 1949 ini, merupakan menteri yang sering dihujani banyak pertanyaan terkait ketahanan energi di Indonesia. Pertanyaan-pertayaan itu ditujukan kepadanya ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia, khususnya Premium, mengalami kenaikan. Jero menyampaikan dengan tegas bahwa pembatasan BBM bersubsidi hanya digunakan oleh masyarakat kurang mampu. Menurutnya, masyarakat menengah ke atas tidak layak mendapatkan pasokan BBM bersubsidi.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri ESDM, dia dibantu oleh wakil menterinya yang sangat ahli dalam bidang energi dan sumber daya alam, Wijajono Partowidagdo. Namun sayang, tidak berapa lama membantu kinerjanya, Wijajono meninggal saat melakukan pendakian di Gunung Tambora.

Lulusan S1 Institut Teknik Bandung dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini sebelumnya adalah seorang pengusaha jasa pariwisata yang aktif di Partai Demokrat.  Dua dari tiga perusahaan yang dimilikinya, bergerak di bidang hotel dan biro perjalanan wisata, yaitu PT Griya Batu Bersinar dan PT Pesona Boga Suara. Kedua kantor ini memiliki kantor yang terletak di Jakarta dan Bali. Sedangkan PT Puri Ayu, yang juga milik Jero, bergerak di bidang interior, desain tekstil. Bidang pariwisata ini ditekuni Jero sejak 1990-an. Sebelumnya, dia bekerja di perusahaan industri otomotif.

Saat masih duduk di bangku Institut Teknologi Bandung (ITB), Jero tercatat sudah bekerja di beberapa perusahaan tekstil di Bandung sebagai tim peneliti, sekaligus sebagai asisten jurusan Fluid Mechanics and Thermodynamics Mechanical Engineering di ITB. Kendati sambil bekerja dan aktif berorganisasi, dia berhasil menyelesaikan pendidikan di ITB pada 1973 dengan predikat Mahasiswa Teladan ITB 1973.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Kampus Ganesa, ia langsung bekerja di PT United Tractors sebagai Asistant Services Manager sejak 1974-1975. Di perusahaan otomotif terkemuka Grup Astra International ini kariernya terus menanjak hingga menjabat Goverment Sales Manager pada tahun 1990.

Suami dari Triesna ini pun banyak memanfaatkan kesempatan ke sejumlah negara di Asia dan Eropa dalam rangka kursus dan seminar-seminar selama bekerja di United Tractors itu. Sampai dia lebih memilih menjadi wiraswasta yang bergerak di bidang industri jasa pariwisata pada tahun 1992.

Sebagai seorang putra Bali dan pengusaha yang bergerak dalam industri jasa pariwisata, Jero Wacik kemudian dipercaya menjabat Menteri Negara Budaya dan Pariwisata. Sebelum diangkat menjadi menteri oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai presiden, Jero dipanggil ke Cikeas, Bogor, pada Selasa 19 Oktober 2014. Pria lulusan Teknik Mesin ITB tahun 1974 ini mengaku, dalam pertemuan sekitar delapan menit itu, dia dijejali pertanyaan seputar pariwisata dan budaya oleh Yudhoyono.

Jero pun berkomitmen dalam melaksanakan tugas itu. Ia sangat ingin meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional. Menurutnya, pembenahan pariwisata Indonesia akan dimulai dari pengamanan aset-aset wisata. Pemberian rasa aman saat berwisata, akan merangsang orang pergi pelesiran ke pelosok Nusantara.

Selama menjabat sebagai menteri pariwisata, Jero aktif menggalang agar swasta juga akan ikut berpromosi bersama ke luar negeri. Kemudian untuk menggairahkan wisatawan nusantara, ia mencanangkan apa yang disebut "Kunjungi Negerimu, Cintai Negerimu."

Dalam upayanya menggerakkan mesin industri jasa pariwisata, Jero juga berkomitmen tidak akan mengesampingkan kebudayaan dalam program kerjanya. Dia berjanji, bahwa pariwisata dan kebudayaan akan mendapatkan perhatian yang sama.

Kini, Jero Wacik tidak lagi aktif dalam kegiatan bisnis atau pemerintahan, karena harus menjalani serangkaian proses hukum yang menjeratnya sebagai tersangka. Belakangan, cukup ramai diberitakan, ia menyindir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said terkait dengan laporan Said tentang pencatutan nama Presiden Joko Widodo oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.  Jero mengatakan bahwa semasa dirinya menjabat Menteri ESDM, dia menghindari kehebohan agar bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.

Jero menilai saat ini kondisi Kementerian ESDM sangat ramai dan penuh kontroversi. Namun, saat ditanya apakah ia mengerti persoalan apa saja yang sedang dihadapi Kementerian ESDM, Jero mengaku tidak begitu mengikuti perkembangannya. "Sebab, saya berada di tahanan," katanya seperti yang dikutip dari Kompas.com.  Adapun Jero didakwa lantaran diduga menyelewengkan uang negara berupa dana operasional menteri (DOM). Perbuatan Jero ini diduga berlangsung sejak menjabat Menteri Pariwisata dan Kebudayaan hingga pindah menjadi Menteri ESDM pada Oktober 2011.

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
Agustus 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 3 sentiment publik
67%
33%
DarkLight