Ira Koesno

Presenter Televisi
LahirJakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia, 30 November 1969
ProfesiPresenter Televisi
Karier
  • Presenter Televisi

Dwi Noviratri Koesno atau Ira Koesno adalah seorang presenter berita yang kemudian mengembangkan bisnis broascasting.

Ira terkenal sebagai presenter berita Liputan 6 SCTV, di mana penampilannya selalu memberi pertanyaan-pertanyaan yang tajam bagi narasumbernya. Pada 1994, Ira Koesno meniti karier sesuai bidang ilmu yang dikuasainya yaitu akuntansi. Dia bekerja di Auditor KPMG Hanadi Sujandro dan bertanggung jawab untuk audit pos neraca, verifikasi, konfirmasi, dan stok opname.

Kemampuannya yang teruji membuat  Komisi Pemilihan Umum (KPU) menempatkan Ira sebagai presenter dalam debat terbuka bagi para calon Presiden pada 2004.

Kini Ira bekerjasama dengan Institut Teknologi Komunikasi dan Pemasaran (ITKP) menggelar program khusus Presenter Berita. Ira mendirikan Ira Kusno Communication di Kebayoran Baru, Jakarta. Perusahaan ini juga membawahi event organizer, production house, dan on line digital.

Sebagai seorang jurnalis senior, Ira Koesno telah melalui sejumlah peristiwa besar. Mulai dari meliput langsung peristiwa darurat militer di Aceh, hingga pengalaman yang sulit dia lupakan yakni ketika dia mewawancarai mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja, pada program berita Liputan 6 Siang yang dia pandu di tahun 1998.

Dalam wawancara tersebut, Ira membahas topik usulan Ketua MPR/DPR Harmoko agar dilakukan reshuffle kabinet pada pemerintahan Soeharto. Namun, saat wawancara, Sarwono mengucapkan istilah "cabut gigi" dan "tambal gigi" yang merupakan metafora dari permintaan agar Presiden Soeharto lengser.

Ini adalah pernyataan yang terlalu keras dan berani di masa pemerintahan Orde Baru, dan wawancara itu menimbulkan ketersinggungan penguasa. Ada tiga menteri menelepon redaksi dan Liputan 6 pun terancam ditutup. Namun, ketika reformasi berhasil, Ira menjadi bintang. Wawancara "cabut gigi" masih banyak yang diingat hingga kini.

Sementara itu, pekerjaan Ira sebagai seorang presenter memang di depan televisi dan bertemu banyak orang. Tapi dia tidak merasa dituntut untuk berpenampilan serba sempurna layaknya selebriti. Yang penting bersih, berpakaian pantas, dan tak berlebihan sehingga bisa nyaman dengan diri sendiri dan membawa diri dengan baik. Dia tidak akan mengambil pusing komentar orang yang tak menyukai dirinya, karena TV personality seharusnya diterima berdasarkan kepribadiannya, bukan karena penampilan.

Pada 13 Januari 2017, Ira Koesno dipercaya menjadi moderator debat pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. KPU DKI Jakarta memilih Ira Koesno karena dia dinilai berpengalaman. Pada Debat Pilkada DKI Putaran Kedua, Ira Koesno terpilih lagi menjadi moderator oleh KPU DKI Jakarta. Debat ini mempertemukan dua pasangan calon gubernur DKI yaitu Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang beralngsung pada 12 April 2017.

Tidak berhenti sampai di situ, KPU menetapkan Ira dan Imam Priyono sebagai Moderator Debat Pilpres 2019 pertama yang diadakan pada 17 Januari 2019.