Eko Putra Santjojo

Lahir-
Profesi
Karier
  • Ketua Umum Partai Pelopor

Nama Eko Suryo Santjojo barangkali tidak terlalu familiar di kancah perpolitikan Indonesia. Namun, orang ini ternyata cukup dekat dengan Rachmawati Soekarnoputri, salah satu anak perempuan mantan Presiden Soekarno yang juga saudara kandung Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Meskipun kakak-adik seayah-seibu, namun Rachmawati dan Megawati kerap berseberangan pandangan.

Kembali Eko Suryo Santjojo. Ia adalah Ketua Umum Partai Pelopor, partai politik yang digagas oleh Rachmawati Soekarnoputri dan didirikan pada 29 Agustus 2002. Parpol ini menjadi salah satu peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 dan memperoleh 878.932 suara atau 0,77 persen dari total suara. Kendati mendapatkan 1 kursi di DPR, tapi Partai Pelopor tidak lagi terdengar gaungnya setelah Pemilu 2004.

Eko Suryo Santjojo yang memiliki gelar sarjana dan magister hukum ini kemudian diketahui menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bung Karno sekaligus duduk di jajaran Dewan Rektorat. Perguruan tinggi ini bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Soekarno yang dipimpin oleh Rachmawati Soekarnoputri. Lagi-lagi, Eko Suryo Santjojo terhubung dengan anak ketiga sang proklamator itu.

Usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), Rachmawati membentuk Front Pelopor dengan tujuan mengawal gugatan pilpres yang diajukan oleh pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi (MK). Sekali lagi ada nama Eko Suryo Santjojo yang ditempatkan sebagai Wakil Ketua Umum Front Pelopor.

Jelang demo 2 Desember 2016 atau Aksi 212 alias “Aksi Bela Islam III”, nama Eko Suryo Santjojo terdengar lagi. Kali ini cukup mengejutkan. Ia bersama 9 tokoh lainnya, termasuk Rachmawati Soekarnoputri, juga Ahmad Dhani, Adityawarman Thaha, Kivlan Zein, Firza Husein, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rizki Kobardi, dan Jamran, ditangkap oleh pihak kepolisian.

Eko Suryo Santjojo diamankan pada Jumat, tanggal 2 Desember 2016 pagi, di rumahnya yang terletak di Perumahan Bekasi Selatan. Ia dan 9 tokoh tersebut ditangkap karena diduga terlibat permufakatan jahat dan berencana melakukan aksi makar alias upaya penggulingan kekuasaan terhadap pemerintahan yang sah.