Bowo Sidik Pangarso

LahirMataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, 16 Desember 1968
Profesi
Karier
  • Anggota DPR-RI (2014-2019)
Pendidikan
  • Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
  • SMAN 3 Semarang

Bowo Sidik Pangarso lahir pada tanggal 16 Desember 1968 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Bowo Sidik Pangarso sudah aktif di dunia politik sejak lama. Di tahun 2012-2015, dia menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Jawa Tengah. Dia juga pernah menjabat sebagai Bendahara Komite Brunai Kadin Indonesia (Masa Bakti 2012-2015). 

Dia menempuh pendidikan tingginya di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (1993). Kemudian Bowo pernah menjadi auditor di BDNI (Bank Dagang Negara Indonesia), bank swasta yang kini bernama Bank Mandiri pasca Krisis Ekonomi 1998. Setelah tak lagi menjabat sebagai auditor, dia menjabat sebagai direktur PT. Inacon Luhur Pertiwi. 

Pada periode 2014-2019, Bowo duduk di Komisi VII yang membidangi riset dan teknologi, lingkungan hidup dan energi sumber daya mineral. Pada bulan April 2015 terjadi banyak mutasi di Fraksi Golkar dan kemudian Bowo ditugaskan di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. 

Di bulan Januari 2016, dia dipindah kembali ke Komisi VII. Tetapi, surat yang keluar pada akhir Januari 2016, yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto, menjelaskan bahwa dia dipindahkan ke Komisi VI DPR-RI, dan menempati posisi sebagai anggota Badan Anggaran dan Badan Musyawarah.

Pada 28 Maret 2019, Bowo terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Dia terseret dalam kasus suap distribusi pupuk yang melibatkan Direksi Pupuk Indonesia.