Bambang Hendarso Danuri

LahirBogor, 10 Oktober 1952
Profesi
Karier
  • Wakasat Sabhara Polresta Bogor Polda Jawa Barat (1975)
  • Kepala Polres Jayapura Polda Papu (1994-1997)
  • Wakil Kepala Polwil Polda Jawa Barat (1994-1997)
  • Kadit Serse Polda Nusa Tenggara Barat (1997-1999)
  • Kadit Serse Polda Bali (1999-2000)
  • Kadit Serse Polda Jawa Timur (2000)
  • Kadit Serse Polda Metro Jaya
  • Kepala Polda Kalimantan Selatan (2005)
  • Kepala Polda Sumatera Utara (2005-2006)
  • Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (2006-2008)
  • Kepala Polri (2008-2010)

Bila sempat mengikuti liputan infotainmen tentang Ayu Ting Ting dan Enji, Anda akan dibuat bingung dengan keterlibatan sosok Bambang Hendarso Danuri. Khususnya mengenai pengakuan Enji bahwa Bambang Hendarso Danuri merupakan ayahnya.

Masyarakat luas mengetahui hal itu ketika Ayu Ting Ting menunjukkan kartu undangan pernikahan Enji dan Ayu pada infotainment. Tertulis di dalam lembar undangan tersebut nama Bambang Hendarso Danuri dan Rita Felicita sebagai orang tua Enji. Kedua nama ini menimbulkan kasak kusuk di tengah masyarakat, sebab selama ini Bambang Hendarso Danuri diketahui hanya memiliki seorang istri, dengan nama Nanny Hartiningsih. Hal ini diklarifikasi oleh DPR, mereka mendapatkan data keluarga Bambang Hendarso Danuri lengkap dengan nama anak-anaknya, dan di dalam data itu tercantum nama Nanny Hartiningsih saja sebagai istri.

Selain persoalan di atas, petinggi Kapolri, Bambang Hendarso juga disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Gayus Tambunan. Pada tahun 2011, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal (Purn) Pol Bambang Hendarso Danuri dan Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman terkait kasus Gayus HP Tambunan.

IPW mendesak adanya pengungkapan siapa-siapa saja oknum yang terlibat, sebab terbukti adanya para jenderal yang membuka rekening Gayus sebesar Rp28 miliar tidak tersentuh, paspor aspal Gayus dan istrinya belum disita, hingga `pelarian` Gayus sebanyak 68 kali tidak kunjung terungkap secara jelas. KPI menjadi berang dan menilai sikap Bambang Hendarso membuat Polri menjadi tidak profesional selama proses penyelesaian kasus Gayus.

Sebelum menjadi petinggi kepolisian Repulik Indonesia. Bambang Hendarso Danuri juga memulai keterlibatannya di polri dari bawah. Ia merupakan lulusan dari Akademi Kepolisian tahun 1974. Bambang Hendarso kemudian meruskan pendidikan militernya di perguruan tinggi. Ia berhasil meraih gelar sarjana dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Bambang Hendarso juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STEI) Jakarta.

Bambang Hendarso diketahui menikah dengan Nanny Hartiningsih, adik dari mantan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI (Purn.) Tri Tamtomo. Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 10 Oktober 1952 tersebut menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sejak 1 Oktober 2008 hingga 22 Oktober 2010.

Dari pernikahannya dengan Nanny, Bambang Hendarso dikaruniai dua orang anak yaitu, Hanny Bambang Hendarso Danuri dan Bayu Huda Wicaksono.

Bambang merupakan satu-satunya calon kapolri yang diusulkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengganti Jenderal Pol Sutanto yang pensiun tepat tanggal 30 September 2008.

Bambang Hendarso merupakan calon tunggal sama seperti pemilihan sebelumnya. Bachtiar dan Susanto pun merupakan calon tunggal yang diusulkan oleh Presiden. Sesuai dengan Undang-undang no 2/2011 pasal 11, Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Pencalonan tunggal Bambang Hendarso mendapat dukungan dari semua fraksi DPR. Mantan Kapolda Sumatera Utara tersebut kemudian terpilih secara deklamasi oleh DPR pada tanggal 24 September 2008. Ia resmi menjadi calon Kapolri setelah melalui fit and proper ters komisi III DPR pada tanggal 22 September 2008. Setelah dipilih secara deklamasi, Bambang Hendarso Danuri dilantik menjadi Kabareskrim pada tanggal 30 September 2008 di istana negara, bertepatan dengan tanggal pensiun pejabat Kabareskrim sebelumnya, Sutanto.

Adik ipar dari mantan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen (Purn) Tritamtono ini menapaki karir bermula dari Wakasat Sabhara Polresta Bogor Polda Jawa Barat tahun 1975. Tidak puas hanya menjadi Wakasat, Bambang Hendarso naik tingkat jabatan dengan menunjukkan kinerja terbaiknya. Pada tahun 1993, Bambang Hendarso diangkat menjadi Kapolres Jayapura.

Karirnya semakin meningkat, pada tahun 1994, Bambang Hendarso mendapat kepercayaan menjabat sebagai Wakapolwil Bogor Polda Jawa Barat. Setelah itu, beberapa kali menjabat sebagai Kadit Serse Polda. Mula-mula menjabat sebagai Kadit Serse Polda Nusa Tenggara Barat tahun 1997, Kadit Serse Polda Bali tahun 1999, Kadit Serse Polda Jawa Timur tahun 2000, dan Kadit Serse Polda Metro Jaya tahun 2005. Tak genap sampai setahun ia menjabat sebagai Kadit Serse Polda Metro Jaya, Bambang Hendarso sudah diangkat menjadi Kapolda Kalimantan Selatan pada tahun 2005. Menjabat pula sebagai Kapolda Sumatera Utara tahun 2005-2006.