Antonius Tonny Budiono

Direktur Jenderal Perhubungan Laut (2016)
LahirPekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 13 Juli 1958
ProfesiDirektur Jenderal Perhubungan Laut (2016)
Karier
  • Kadisnav Klas I Samarinda (2010-2012)
  • Direktur Kenavigasian (2012-2015)
  • Direktur Pelabuhan dan Pengerukan (2015)
  • Staf Ahli Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi (2015)
  • Direktur Jenderal Perhubungan Laut (2016)
Pendidikan
  • Teknik Geologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM)
  • Pasca Sarjana Universitas Pancasila


Ir. Antonius Tonny Budiono, MM, adalah Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla). Tonny Budiono dilantik oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada Senin, (16/05/2016).

Pada tahun 2015, beliau diangkat sebagai Staf Ahli Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi dengan tugas memberi telaahan kepada Menteri Perhubungan dalam bidang logistik, multimoda, dan keselamatan sehingga perannya begitu besar untuk ikut berkontribusi memajukan sektor transportasi di Indonesia.


Selain itu, Tonny Budiono juga pernah menjabat sebagai Direktur Pelabuhan dan Pengerukan (2015) dan Direktur Kenavigasian (2012 – 2015).


Dedikasinya yang begitu besar di sektor perhubungan laut menjadikannya dipercaya untuk menjadi seorang kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut khususnya di bidang kenavigasian, di mana tercatat Tonny pernah menjadi Kepala Distrik Navigasi Kelas I Samarinda (2010 – 2012), dan Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya (2009 – 2010).


Setelah lulus dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, jurusan Teknik Geodesi, pria berusia 58 tahun ini mengawali karirnya di Kementerian Perhubungan pada tahun 1986.
Dalam bekerja Tonny selalu berpegang teguh pada prinsip kompeten, profesionalisme, dan kejujuran. Tahun 1999, beliau menyelesaikan program pascasarjana di Universitas Pancasila untuk gelas Master Manajemen dan berhasil menjadi lulusan terbaik sehingga menyandang predikat Cum Laude.


Saat kejadian jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di perairan perairan Selat Karimata menjelang akhir tahun 2014 lalu, Tonny Budiono, yang bertindak selaku Koordinator Tim Operasi SAR di Kapal KN Jadayat berhasil menemukan black box (kotak hitam) pesawat AirAsia QZ8501. Hal tersebut merupakan pencapaian besar yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak.


Tonny juga pernah mengikuti beberapa pendidikan dan pelatihan internasional, di antaranya Hydrographic Survey di Tokyo, Jepang dan Technical Aids to Navigation di Houston, Amerika Serikat, serta telah mengikuti pendidikan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) selama 7,5 bulan.

Pada Rabu (23/8/2017) malam, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Kementerian Perhubungan. Dari hasil OTT tersebut, salah satu ruang direktur jenderal telah disegel KPK. Ruangan tersebut berada di lantai 4 Gedung Karsa Kemenhub dan disinyalir adalah ruangan dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono.

 Pada 17 Mei 2018, Tonny divonis  lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan dikurangi masa tahanan. Tonny terbukti menrima suap sebesar Rp 2,3 miliar dan gratifikasi sekitar Rp 20 miliar dari  Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan.