Ali Gufron Mukti

LahirBlitar, Jawa Timur, Indonesia, 17 Mei 1962
Profesi
Karier
  • Dekan Fakultas Kedokteran UGM (Universitas Gadjah Mada) (2008)
  • Ketua Pengelola Gama Medical Center (2001)
  • Pejabat Sementara Menteri Kesehatan Republik Indonesia menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih (2012)
  • Wakil Menteri Kesehatan Indonesia (2011-2014)
Pendidikan
  • S1 Dokter Fakultas Kedokteran, UGM (Universitas Gadjah Mada)
  • S2 Tropical Medicine, The Department of Tropical Hygiene, Mahidol University, Bangkok, Thailand.
  • S3 Faculty of Medicine, University of Newcastle, Australia.
  • Profesi Ahli Asuransi Kesehatan (AAK) dari Pamjaki

Prof. dr Ali Gufrom Mukti M.Sc.,Ph.D merupakan mantan wakil menteri kesehatan Indonesia Kabinet Indonesia Bersatu. Kemudian ia sempat mencicipi kedudukan sebagai menteri sementara waktu. Dalam waktu singkat ia menjadi pejabat sementara Menteri Kesehatan Republik Indonesia menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih yang wafat pada tahun 2012.

Resminya, jabatan Menteri Kesehatan Republik Indonesia digantikan oleh Nafsiah Mboi pada tahun 2012, beberapa hari setelah pemakaman seniornya. Sementara itu, pakar Jamkesmas, Ali Gufrom Mukti menjadi Wakil Menteri.

Jamkesmas dibentuk oleh Ali Gufrom ketika ia menjabat sebagai Ketua Pengelola Gama Medical Center (GMC). Peraih master di bidang Tropical Hygiene (Epidemiology) dari University of Mahidol, Bangkok, Thailand ini membuat Jamkesmas dengan harapan dapat memberikan sistem pelayanan terbaik untuk masyarakat. Sebagai pemrakarsa, doktor di bidang kesehatan masyarakat dari Universitas Newcastle, Australia.

Hasil pembaharuannya di dunia kesehatan diakui memberikan perubahan. Tindakannya yang melakukan perbesaran pemberian insentif dan perbaikan sumber daya manusia di fakultas tersebut meningkatkan proses pembelajaran. Di fakultas, sebagai dekan ia melakukan penambahan keahlian bagi lulusan dokter. Di samping itu, selama menjabat ia juga membuat manajemen pengelolaan menjadi lebih akuntabel, partisipatif dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sistem yang dibentuknya tersebut dibagikan kepada staf pengajar, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Pria yang nampak gagah saat mengenakan jas ini sempat mendapatkan penghargaan dari Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic. Ia menyelesaikan pendidikan S1 kedokteran di Fakultas Kedokteran, UGM pada tahun 1988. Pendidikan S2 dilakukannya di Thailand. Ia berhasil lulus dengan keahlian khusus dari Tropical Medicine, The Department of Tropical Hygiene, Mahidol University, Bangkok, Thailand, 1991. Setelah itu ia mendapatkan gelar doktor dari Faculty of Medicine, University of Newcastle, Australia, tahun 2000 dan terakhir memperoleh ijin profesi Ahli Asuransi Kesehatan (AAK) dari Pamjaki, tahun 2002.

Dekan Fakultas Kedokteran UGM dan mantan Wakil Menteri Kesehatan Indonesia tahun 2011-2014 ini menjadi salah satu tim sukses pemenangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada pemilihan Presiden tahun 2014 lalu.

Ia sepakat untuk membantu mewujudkan Indonesia hebat melalui berbagai progam Jokowi-JK. Program-program yang ditawarkan Jokowi-JK saat berkampanye antara lain mewujudkan Indonesia sehat dan Indonesia pintar. Program Indonesia Sehat langsung menyedot perhatian pakar Jamkesmas ini. Program yang menurutnya langsung bersentuhan dengan rakyat ini sangat penting untuk didukung secara penuh.

Mendengar Ali Gufrom adalah salah satu tim sukses Jokowi-JK, komponen alumni Universitas Gadjah Mada merekomendasikan mantan dekannya itu menjadi Menteri Kesehatan. Mereka memperjuangkan nama Ali Grufrom melalui mekanisme vote Menteri Pilihan Rakyat melalui sosial media.

Ali Ghufron terus melanjutkan kepeduliannya sampai ia dipercaya menjabat sebagai direktur jaringan kesehaan masyarakat di UGM. Dari sinilah ia mulai merancang Jamkesmas yang kini diganti menjadi BPJS.

Ali Ghufron Mukti adalah siswa peraih nilai Matematika sempurna untuk ujian kelulusan SMA Negeri 1 Blitar pada tahun 1982. Prestasi non akademiknya juga menarik, ia merupakan santri di pesantren Budi Mulia, Yogyakarta. Pria yang juga bisa tampil menarik saat mengenakan batik ini sukses di UGM dan menjadi konsultan kesehatan di Jakarta. Sewaktu menjabat sebagai dekan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, Profesor Ali Ghufrom menggelar program subsidi silang yang memungkinkan anak-anak fakir miskin dapat berkuliah di fakultas bergengsi itu.

Lahirnya Jamkesmas dari pemikirannya merupakan bukti kepeduliannya pada masyarakat. Pemikirannya yang memberikan banyak manfaat pada masyarakat membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang waktu itu baru terpilih kembali percaya pada Ali Ghufrom. Kepercayaannya ini diwujudkan dengan memberikan jabatan Wakil Menteri Kesehatan pada Ali Ghufrom. Setelah dilantik, ia mendapat pesan dari Presiden. Kepada wartawan ia membagi pesan itu, katanya “Presiden menekankan untuk lebih memprioritaskan pendekatan layanan kesehatan bagi masyarakat ekonomi lemah. Presiden juga minta pimpinan dan jajaran kesehatan agar lebih sering turun ke lapangan, sehingga kebijakan program bisa diimplementasikan dengan baik.”

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Ali Ghufrom bersama timnya memperjuangkan perwujukan Jamkesmas sampai ke pelosok daerah. Mantan pengelola Gama Medical Center pada tahun 2004 itu memang punya cita-cita menjadi dokter. Akan tetapi, cita-citanya itu terwujud dengan cara lain, meski tak bisa menyentuh pasien secara langsung diruang perawatan, kebijakan yang dibuatnya malah membantu banyak kalangan terlepas dari pro dan kontra ketika Jamkesmas diterapkan.