Alex Sinaga

CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Lahir: Pematang Siantar, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, Indonesia, 27 September 1961
Karir
  • CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Pendidikan
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • University of Surrey

Alex Janangkih Sinaga adalah Direktur Utama (CEO) Telkom menggantikan Arief Yahya yang menjadi Menteri Pariwisata dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Ia juga seorang jemaat HKBP, dalam karier gerejawi ia menjadi salah satu pengurus Badan Penggelola Sopo Marpingkir HKBP, yakni sebuah wadah bertukar pikiran (think tank) bagi para jemaat HKBP.

Pada periode 2000-2007 Alex pernah menduduki beberapa seperti General Manager of Telkom West Jakarta, PT Telkom. Dia juga sebelumnya menjadi Senior Manager of Performance 2nd Regional Division Telkom. Selain itu, Alex pernah menjabat sebagai Head of Fixed Wireless Network Division Telkom dan Head of Enterprise Service Division Telkom.


Pada 2008, Alex menjabat sebagai presiden komisaris PT Sigma Cipta Caraka dan Vice President of Toba Lake Golf Club. Alex juga menjabat sebagai presiden direktur PT Multimedia Nusantara, anak usaha Telkom pada 2007-2012. Dan Ia juga menjadi Direrktur Utama Telkomsel menggantikan Sarwoto Atmosutarno yang dipindahtugaskan sebagai Kepala Misi Peluncuran Satelit Telkom-3.


Saat menjadi dirut Telkomsel Alex dapat memacu pertumbuhan double digit dan membuat keuntungan tahun 2012 melonjak sebesar Rp15,72 triliun atau naik 23% dibandingkan 2011 sebesar Rp 12,82 triliun. Disisi lain, jumlah pelanggan pun melesat menjadi 122 juta, termasuk 25 juta pelanggan data pasca masyarakat dilanda kejenuhan sebagai akibat perang tarif yang melanda industri seluler.


Alex resmi dipilih sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Jakarta, Jumat 19 Desember 2014. Alex menggantikan Arief Yahya yang menjadi Menteri Pariwisata dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo

Sentimen Terkini
History Sentimen
Positive
Neutral
Negative
Januari 2020
Data diambil dari 500 top media online dan 6 sentiment publik
100%
Desember 2019
Data diambil dari 500 top media online dan 1 sentiment publik
100%
DarkLight