Abdullah Makhmud Hendropriyono

LahirYogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, 7 Mei 1945
Profesi
Karier
  • Komandan Peleton Komando Pasukan Khusus TNI-AD di Magelang Tentara Nasional Indonesia (1968-1972)
  • Komandan Kompi Prayuda Kopasandha (Komando Pasukan Sandi Yudha) Tentara Nasional Indonesia (1972-1974)
  • Komandan Detasemen Tempur 13 Tentara Nasional Indonesia (1981-1983)
  • Wakil Asisten Personel Kopasandha merangkap sebagai Wakil Asisten Operasi Tentara Nasional Indonesia (1983-1985)
  • Asisten Intelijen Kodam V/Jaya Tentara Nasional Indonesia (1985-1987)
  • Danrem 043/Garuda Hitam Lampung Tentara Nasional Indonesia (1987-1991)
  • Direktur D Badan Intelijen Strategis ABRI Tentara Nasional Indonesia (1991-1993)
  • Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI Tentara Nasional Indonesia (1993-1994)
  • Panglima Kodam V/Jaya Tentara Nasional Indonesia (1993-1994)
  • Komandan Kodiklat TNI AD Tentara Nasional Indonesia (1994-1996)
  • Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan Republik Indonesia Sekretaris Negara (1996-1998)
  • Menteri Departemen Transmigrasi dan Permukiman Perambah Hutan (PPH) (1998-1999)
  • Menteri Departemen Tenaga Kerja (1999-1999)
  • Chairman Hendropriyono Law Office (2000-2001)
  • Presiden Direktur Mahagaya (2009-2016)
  • Komisioner Carrefour Indonesia (2009-2016)
  • Chairman Andalusia Group (2009-2016)
  • Kepala Badan Intelejen Negara (2001-2004)
  • Penasihat Presiden Penasihat Presiden (2015)
Pendidikan
  • Akademi MIliter Nasional (1964-1967)
  • General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980-1980)
  • Sekolah Staf dan Komando (Sesko) ABRI (1989-1989)

Abdullah Makhmud Hendropriyono adalah penasihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bidang Intelijen, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), mantan Komandan Resimen Militer Garuda Hitam 043/Garuda Lampung. Jabatan terakhir yang disebut mengingatkan pada Peristiwa Talangsari 1989. Dalam peristiwa tersebut pasukan yang dipimpin Hendro dikabarkan membunuh sekitar 200 warga Talangsari. Hendropriyono juga disebut-sebut terkait dengan kematian aktivis Hak Asasi Manusia, Munir.

Pada Jumat 6 Februari 2015, Hendropriyono menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan miliknya Adiperkasa Citra Lestari dengan Proton Holding Bhd asal Malaysia. Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menyaksikan langsung penandatanganan tersebut. Fakta bahwa Hendropriyono menandatangani MoU itu menunjukkan bahwa mantan perwira tinggi militer ini juga punya jejaring berbisnis.

Hedropriyono mengawali karir bisnisnya sebagai Presiden Komisaris PT KIA Mobil Indonesia (1999-2001). Perusahaan ini menjadi penyalur 12 jenis mobil yang diproduki Kia Motors Corporation, Korea Selatan. KIA Mobil Indonesia sebelumnya dipegang oleh Tommy Soeharto dengan produk mobil Timor. Mobil ini pernah disebut-sebut akan menjadi mobil nasional tapi kemudian gagal karena krisis moneter 1998. Hendropriyono pada tahun 2001 pernah mendirikan kantor hukum bernama Hendropriyono dan Law Office. Saat itu, Presiden Megawati yang meresmikan kantor hukumnya. Pada saat yang sama Hendropriyono juga menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara.

Pada perkembangannya Hendropriyono dan Law Office berubah menjadi Hendropriyono and Associates. Pada 2006, nama Hendropriyono and Associates berubah lagi menjadi Hendropriyono Corporation Indonesia (HCI). Menurut situs HCI, perusahaan ini menjadi induk beberapa anak usaha seperti PT Andalusia Bumi Energi, PT Nusa Konstruksi Enjiniring, PT Mega Maroci Lines, dan PT Andalusia Antar Benua. Sedangkan PT Adiperkasa Citra Lestari tidak masuk dalam daftar yang diitulis.

PT Andalusia Bumi Energi perusahaan di bidang pertambangan yang dikembangkan Hendropriyono. Sedangkan Di PT Nusa Kontruksi Enjiniring, yang didirikan pada 11 Januari 1982, Hendropriyono duduk sebagai Presiden Komisaris sejak 2011. Salah satu Komisioner di perusahaan ini adalah Sandiaga S Uno, salah satu pengusaha ternama Indonesia. PT Nusa Konstruksi Enjinering Tbk (sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah Tbk) memiliki kode nama perusahaan DGIK di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Kantor pusat perusahaan ini ada di Jalan Sunan Kalijaga Nomor 64 Jakarta.

Di PT Andalusia Antar Benua, Hendropriyono memperluas bisnisnya di sektor jasa pengiriman uang, baik untuk pasar lokal Indonesia maupun internasional. Salah satu mitra PT Andalusia Antar Benua adalah Western Union. PT Andalusia Antar Benua merupakan perusahaan yang memiliki jaringan ritel di seluruh Indonesia khususnya Jawa. Layanan mempermudah para konsumen di pedesaan yang jauh dari jangkauan untuk mengirim dan menerima uang lebih cepat melalui layanan Western Union. Sebagai tambahan informasi, data tahun 2010 dari Migration and Remittances Fact Book yang diterbitkan oleh World Bank, tenaga kerja internasional Indonesia mengirimkan US$ 7,1 miliar ke keluarganya di Indonesia, Swa edisi 31 Oktober 2011 melaporkan.

Sementara di Mega Maroci Lines, perusahaan pelayaran, Hendropriyono berkolaborasi dengan Ilham Bintang. Hendropriyono sebagai President Director, sementara Ilham Bintang sebagai Board of Commisioner. PT Mega Maroci Lines adalah perusahaan pelayaran nasional yang didirikan pada tahun 2005. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam manajemen pelayaran lepas pantai.

Pada 2011 lalu, Hendro selaku komisaris Blitzmegaplex bersama Ilham Bintang dan Raam Punjabi mendirikan perusahaan importer film bernama PT Sinar Surya Sinema. Sebagaimana diketahui Raam Punjabi adalah produser film dan sinetron di Indonesia. Sedangkan Ilham Bintang adalah pengusaha bisnis infotaiment. Menurut mereka, perusahaan ini berupaya melawan hegemoni distribusi film yang ada selama ini.

Tidak hanya itu, April 2010, dunia bisnis ritel diramaikankan dengan pemberitaan Hendropriyono yang ditunjuk menjadi komisaris Carrefour Indonesia. Penempatan Hendro ini menyusul langkah bisnis Chairul Tanjung yang berhasil mengakuisisi 40 persen saham PT Carrefour Indonesia pada awal April 2010. Selain Hendropriyono, Chairul Tanjung juga menempatkan Suroyo Bimantoro, mantan Kapolri (2001-2004).

Pada 2014, Hendro merambah bisnis hotel menggunakan bendera PT Andalusia Andawina. Ia bekerjasama dengan Lilik Oetama, anak Jakob Oetama. Di bisnis hotel itu, Lilik Oetama menjadi Direktur Eksekutif PT Amaris International Management. PT Andalusia, menurut Bloomberg, didirikan pada 2010 dan sejak 7 Oktober 2015 menjadi anak perusahaan PT Golden Heaven Jaya. PT Golden Heaven Jaya- Konsorsium Krienergy (Sakti) B.V  adalah salah satu kontraktor bagi hasil kerja sama bagi hasil minyak bumi dan gas (KKS-Migas)  antara SKK Migas dan kotraktor untuk wilayah kerja Lepas Pantai Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Hendropriyono salah satu contoh tokoh militer yang menjadi pebisnis setelah masa jabatannya berakhir. Jabatan militer terakhir yang disandangnya adalah Komandan Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD). Hendropriyono adalah orang pertama yang memimpin divisi pembinaan TNI AD ini pada 1994-1996. Jabatan serupa juga pernah disandang Luhut Panjaitan yang kini menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Kabinet Kerja.

Hendropriyono pernah merasakan jabatan menteri di era Presiden Habibie, Menteri Transmigrasi, Pemukiman, dan Perambahan Hutan. Di era Presiden Megawati, Hendropriyono diangkat menjadi Kepala BIN. Pada dua kali masa kepemimpinan Presiden Yudhoyono, Hendropriyono tak menjadi pejabat publik apapun. Baru di masa presiden Joko Widodo, Hendropriyono ditunjuk dalam tim transisi menjadi Penasihat Presiden Bidang Intelijen.