Luhut Targetkan Food Estate di Sumut Bisa Garap 1.000 Ha di 2021

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 24 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Luhut menargetkan food estate di Desa Ria-Ria, Humbang Hasundutan, Sumut dapat garap lahan seluas 1.000 hektare (Ha) pada 2021.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menargetkan Food Estate di Desa Ria-Ria, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dapat menggarap lahan seluas 1.000 hektare (Ha) pada 2021. Ia bilang kawasan itu akan menjadi percontohan korporasi pertanian khusus hortikultura.

“Kami harapkan dalam dua tahun dari sekarang pusat riset tersebut sudah bisa menghasilkan benih varietas yang cocok untuk di sini. Kami bekerja keras untuk itu, kalau ini jadi semua kita berharap tahun ini 1.000 hektare yang akan digarap kemudian land clearing 1.500 Ha,” ucap Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Luhut mengatakan ada sejumlah komoditas hortikultura yang akan ditanam. Antara lain bawang merah, bawang putih, kentang dan jagung.

Luhut menargetkan pada tahun 2022, ada tambahan tanah seluas 3.500-4.000 Ha lagi yang bisa diolah untuk food estate hortikultura ini. Pada 2024, ia juga memperkirakan jumlahnya masih bisa terus bertambah lagi bahkan menyentuh 20.000 Ha.

Ketika ditanya mengenai hasil panen, Luhut tak menampik bila ada sejumlah lahan yang hasilnya belum maksimal. Meski demikian, ia memastikan mayoritas panen dari food estate ini sudah cukup berhasil. Bahkan informasi yang ia peroleh dari Menteri Pertanian Syarhul Yasin Limpo mengklaim panen di food estate Kabupaten Humbang ini melampaui rata-rata nasional.

“Bahwa mungkin ada yang tidak terlalu berhasil, Pak Syahrul mengatakan ada 12 persen yang belum terlalu bagus dan 70 itu sudah rata-rata nasional sehingga jika di ambil rata-rata tetap lebih bagus hasil panen perdana ini,” ucap Luhut.



Baca juga artikel terkait PROYEK FOOD ESTATE atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight