Pandemi COVID-19

Luhut Soroti Maraknya COVID-19 Varian Baru Delta: Kesalahan Bersama

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 15 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Luhut B. Pandjaitan sebut merebaknya COVID-19 varian baru delta di sejumlah daerah Indonesia merupakan kesalahan bersama.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti merebaknya virus COVID-19 varian baru delta di sejumlah daerah di Indonesia. Ia sebut hal itu merupakan kesalahan bersama.

“Nah ini saat ada varian baru yang delta ini ini kesalahan kita ramai-ramai. Pemerintah sudah habis-habisan minta kita stay enggak mudik. Kemarin kita rame rame malah mudik nah ini sekarang adalah buahnya jadi semuanya kita harus melakukan perenungan,” kata dia dalam acara konferensi Pers Upaya Peningkatan Penggunaan PDN Bidang Alat Kesehatan, Selasa (15/6/2021).

Varian delta atau nama lain dari virus B.1.617, merupakan jenis virus yang memicu gelombang besar kasus Covid-19 di India dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan Tim Peneliti Kelompok Kerja (Pokja) Genetik FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan) UGM peningkatan kasus penularan Covid-19 terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sejak beberapa pekan lalu, atau pada periode setelah Lebaran 2021. Hingga 14 Juni 2021, Kudus menjadi daerah dengan status zona merah di Jawa Tengah, selain juga Kabupaten Tegal.

Hasil penelitian WGS terhadap sejumlah sampel rujukan dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes) ini menunjukkan, Varian Delta telah menyebar di wilayah Kabupaten Kudus, pada periode setelah Lebaran 2021.

Badan Kesehatan Dunia sudah memasukkan Varian Delta dalam daftar Variant of Concern (VoC) pada 31 Mei 2021 karena dinilai dapat berdampak serius terhadap perkembangan pandemi global.

Status VoC biasanya disematkan pada varian baru virus corona yang terkena satu atau lebih dari 3 dampak mutasi, yakni peningkatan daya transmisi, mengerek tingkat keparahan penyakit di pasien Covid-19, dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia.

Varian baru ini baru ditemukan di Indonesia pada masa larangan mudik, tepatnya pada 5 Mei 2021. Kementerian Kesehatan melaporkan total sudah ada 49 warga negara India yang positif COVID-19 dari yang semula hanya 12 kasus. Mereka termasuk dalam kelompok ratusan orang yang baru-baru ini datang ke Indonesia dari India.

Usai terdeteksi kasus baru Pemerintah RI diketahui sudah menutup pintu masuk warga negara asing (WNA) dari India atau memiliki riwayat perjalanan ke India dalam 14 hari terakhir. Tujuannya demi mencegah masuknya varian Corona baru yang dikhawatirkan bersifat lebih mudah menular.


Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz
DarkLight