Menuju konten utama

Luhut Ditunjuk Jadi Penanggung Jawab Investasi Saat KTT BRI di Cina

KTT Belt and Road Initiative (BRI) di Cina pada 24-27 April 2019 menunjuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai penanggung jawab tim Global Maritime Fulcrum Task Force.

Luhut Ditunjuk Jadi Penanggung Jawab Investasi Saat KTT BRI di Cina
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

tirto.id - Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Belt and Road Initiative di Cina selama 24-27 April 2019. Dalam pertemuan itu, sejumlah pejabat teras menawarkan sejumlah proyek yang dapat memperoleh pendanaan dari Cina.

Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo mengatakan, dari investasi-investasi yang akan masuk itu nantinya akan melalui sebuah tim yang dipimpin oleh Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut, kata Atmadji, menjadi penanggung jawab dalam tim yang disebut sebagai Global Maritime Fulcrum Task Force atau penanggung jawab bidang investasi.

“Investasi yang masuk dari Cina ini berada di bawah koordinasi Menko Luhut Binsar Pandjaitan,” ucap Atmadji kepada reporter Tirto saat ditemui di Gedung Menko Kemaritiman pada Kamis (25/4/2019).

Atmadji menjelaskan bahwa tim yang dibuat pemerintah itu beranggotakan lintas kementerian dan lembaga. Pada tataran atas terdapat Menko Perekonomian, Menteri Bappenas, dan Menteri BUMN sebagai vice chairman.

Lalu di dalamnya juga mencakup Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Menteri Pariwisata, dan Menkominfo.

Menurut Atmadji, pemerintah juga melibatkan sejumlah ahli senior, praktisi, duta besar, dan anak muda yang mahir di bidangnya masing-masing.

Tujuan dari tim itu, ujar Atmadji, adalah untuk membuat sistem pengambilan keputusan. Terutama menyangkut praktik investasi asing yang terjadi di beberapa negara.

“Pemerintah bekerja dengan ekstra hati-hati mempelajari praktik investasi asing di beberapa negara,” ucap Atmadji.

“Dengan tim dan berlandaskan data yang akurat, kami lihat sangat kecil kemungkinan kami berbuat salah,” tambah Atmadji.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno