Luhut: Corona Sebabkan Sektor Pariwisata Rugi 500 Juta Dolar AS

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 26 Februari 2020
Kerugian di sektor pariwisata mencapai 500 juta dolar AS per bulan.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan wabah virus Corona atau Covid-19 telah menyebabkan kerugian setengah juta dolar AS per bulan bagi pariwisata Indonesia. Ia mengatakan data itu dari perhitungan Bank Indonesia terkait dampak virus Corona pada perekonomian.

“Seluruh dunia juga akan terdampak dengan virus corona, suka atau tidak suka dan sekarang sudah mulai kelihatan. Dalam sektor pariwisata ada kerugian sekitar 500 juta dolar AS per bulan,” ucap Luhut dalam keternagan tertulis, Selasa (25/2/2020).

Luhut mengatakan kendati jumlahnya cukup besar, nilai itu masih belum seberapa. Ia membandingkan dengan jumlah total turis Cina di dunia yang mencapai 137 juta orang dan menghasilkan potensi nilai pemasukan 270 miliar dolar AS.

Sementara itu jumlah turis Cina ke Singapura dan Jepang katanya mencapai 6 juta orang. Tiga kali lipat lebih banyak dari Indonesia. Kendati demikian, ia mengatakan peran wisatawan dari Cina tetap penting. Sebab mereka memegang porsi pengeluaran tertinggi dan mengalahkan wisatawan asal Amerika Serikat.

Luhut bilang pemerintah akan menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan dampak Corona pada pariwisata Indonesia. Ia mengatakan langkah antisipasi ini akan disiapkan karena dampak Corona bisa jadi lebih buruk dari SARS 2003 lalu.

Luhut menyebut perekonomian Cina saat ini sudah 5 kali lipat lebih besar dari posisi 2003 yang hanya berkisar 4 persen dari Produk Domesitk Bruto (PDB) dunia.

“Berapa lamanya kita belum tahu, tergantung berapa lama virus corona ini bisa ditumpas. Kita tetap berhati hati dengan melihat juga dampak terhadap ekonomi kita yang juga perlu diantisipasi,” ucap Luhut.


Baca juga artikel terkait WABAH VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight