Menuju konten utama

Longsor di Jayapura Bentuk 3 Bendungan Alami yang Bahayakan Warga

Longsor dan banjir di Sentani, Jayapura membuat 3 bendungan alami terbentuk. Keberadaan tiga bendungan alami itu membahayakan permukiman warga di sekitarnya. 

Longsor di Jayapura Bentuk 3 Bendungan Alami yang Bahayakan Warga
Sebuah rumah yang diterjang puing akibat banjir bandang yang menerjang Sentani, Papua. Walhi Papua/Franky - Pusaka.

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan 3 bendungan alami terbentuk setelah longsor dan hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Bernadus Wisnu Widjaya mengatakan keberadaan tiga bendungan alami tersebut membahayakan permukiman warga di sekitarnya. Bahkan, kata Wisnu, tiga bendungan alami itu membuat akses menuju sejumlah pemukiman warga tertutup.

Menurut Wisnu, jika tiga bendungan alami tersebut jebol atau hancur, banjir bandang dan limpahan material bisa menerjang permukiman warga. Apalagi berdasarkan citra satelit, lembah-lembah di gunung Cyclops modelnya sudah berbentuk seperti mangkuk.

"Ini memungkinkan menutup pemukiman dan membuat dam alam yang membayakan," kata Wisnu, di Gedung BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (29/3/2019).

Wisnu menjelaskan, sampai saat ini bekas longsoran di Gunung Cylops masih berbahaya karena masih memungkinkan terjadi longsoran susulan.

"Dua arah besar dari banjir bandangnya itu longsoran. Dari posisi lereng yang terjal itu pasti longsor," ujar dia.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan puluhan korban tewas akibat longsor dan banjir bandang di Jayapura telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri.

"Dari 77 yang sudah diidentifikasi, 55 korban sudah diberikan santunan dari pemerintah sebesar Rp15 juta yang diberikan kepada ahli warisnya," kata Sutopo.

Sutopo menerangkan, pemerintah belum memberikan santunan ke keluarga seluruh korban tewas yang telah diidentifikasi karena sebagian merupakan perantau yang jauh dari keluarga.

"Banyak yang pendatang, ternyata bukan penduduk Sentani. Jadi agak sulit mencari informasinya," kata Sutopo.

Banjir bandang dan longsor di Sentani terjadi pada Sabtu, 16 Maret lalu. Bencana tersebut berdampak ke kawasan Distrik Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara, dan Depapre.

Bencana itu terjadi di Kabupaten Jayapura akibat hujan deras mengguyur Pegunungan Cycloops yang sudah gundul. BNPB mencatat bencana tersebut mengakibatkan 122 korban tewas, 82 orang hilang dan 917 warga luka-luka. Selain itu, 2.095 keluarga dan 8.008 jiwa harus mengungsi.

Baca juga artikel terkait BENCANA LONGSOR atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Addi M Idhom