Tembang Jawa Sunan Giri

Lirik Padang Bulan & Makna Lagunya, Tembang Jawa Ciptaan Sunan Giri

Oleh: Abdul Hadi - 3 Desember 2021
Dibaca Normal 4 menit
Tembang Padang Bulan digubah oleh Sunan Giri. Tembang ini bermakna ajakan bermain bagi anak-anak, disisipi dengan nilai karakter luhur sebagai pembelajaran.
tirto.id - Lagu Padang Bulan bermakna ajakan bermain bagi anak-anak. Tembang Jawa ciptaan Sunan Giri ini mengandung nasihat luhur di dalamnya. Berikut ini lirik dan makna lagu dolanan Padang Bulan yang populer di kalangan masyarakat Jawa.

Tembang Padang Bulan merupakan bagian dari lagu dolanan Jawa yang kerap dinyanyikan anak-anak. Dolanan dalam bahasa Jawa artinya bermain. Lagu Padang Bulan ini lazimnya dinyanyikan sambil bermain.

Dari sejarahnya, lagu Padang Bulan merupakan gubahan Sunan Giri (1442-1506), sebagaimana dikutip dari Atlas Wali Songo (2016). Selain Padang Bulan, Sunan Giri juga menggubah tembang Jawa lainnya sebagai bagian dari metode dakwah yang ia siarkan di masyarakat kala itu.

Tembang Jawa lain karya Sunan Giri adalah Jor, Gula Ganti, hingga Cublak-cublak Suweng. Tidak hanya tembang, Sunan Giri juga membuat permainan anak, di antaranya adalah Jelungan, Jamuran, Gendi Gerit, dan sebagainya.

Lirik Lagu Padang Bulan Ciptaan Sunan Giri


Berikut ini tembang Padang Bulan yang diciptakan Sunan Giri dalam bahasa Jawa dan terjemahan bahasa Indonesianya.

Yo pra kanca dolanan ing njaba
padhang wulan padhange kaya rina
Rembulane e sing awe-awe
Ngelingake aja padha turu sore

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba
rame-rame kene akeh kancane
Langite pancen sumebyar rina
yo padha dolanan sinambi guyonan

Terjemahan Padang Bulan dalam Bahasa Indonesia

Ayo teman, [kita] bermain di luar
Sinar bulan terangnya seperti fajar
Bulannya menampakkan pesona
Mengingatkan [kita agar] jangan tidur di sore hari

Ayo teman-teman bermain di luar
Rame rame di sini banyak temannya
Langitnya memang terang seperti fajar
Ayo bermain sembari bercanda

Lirik Lagu Padang Bulan Versi Syekh bin Abdul Qodir Assegaf


Salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Syekh bin Abdul Qodir Assegaf mengaransemen tembang Padang Bulan ciptaan Sunan Giri, serta menambahkan bacaan kalimat salawat di dalamnya.

Padang Bulan versi Syekh bin Abdul Qodir Assegaf kerap didendangkan ketika ia mengisi pengajian, serta juga populer di kalangan anak-anak. Terlebih, nada dan iramanya juga disesuaikan dengan kondisi zaman sekarang.

Lagu Padang Bulan versi Syekh bin Abdul Qodir Assegaf dirilis pada 2007. Ia dimuat dalam album bertajuk Kota Ukir Bersholawat (2007).

Berikut ini lirik lagu Padang Bulan versi Syekh bin Abdul Qodir Assegaf dalam bahasa Jawa dan terjemahan bahasa Indonesianya.

Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

Padang bulan, padange koyo rino.
Rembulane sing ngawe-awe
Ngelengake, ojo turu sore.
Kene tak critani, kanggo sebo mengko sore

Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

Jaman kepungkur, ono jaman jaman buntutan
Esuk-esuk, rame rame luru ramalan
Gambar kucing, dikira gambar macan
Bengi diputer – bengi diputer, metu wong pinter

Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

Kurang puas kurang puas, luru ramalan
Wong ora waras wong ora waras, dadi takonan
Kang ditakoni, ngguyu cekaka’an
Jebul kang takon – jebul kang takon, wis ketularan

Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

Lamun wong tuwo, lamun wong tuwo keliru mimpine
Ngalamat bakal, ngalamat bakal getun mburine
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso pengeran
Anak putune, rame rame rebutan warisan

Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

Iki dino, ojo lali lungo ngaji
Takon marang, Kyai Guru kang pinuji
Enggal siro, ora gampang kebujuk syetan
Insya Alloh, kito menang lan kabegjan

Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

Terjemahan bahasa Indonesia

Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal, sekekal kekuasaan Allah SWT

Sinar bulan terangnya seperti fajar
Bulannya menampakkan pesona
Mengingatkan [kita agar] jangan tidur di sore hari

Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal, sekekal kekuasaan Allah SWT

Jaman dulu, ada jaman buntutan (togel)
Pagi-pagi ramai-ramai cari ramalan
Gambar kucing dikira gambar macan
Malam diundi, malam diundi, keluar orang pintar

Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal, sekekal kekuasaan Allah SWT

Kurang puas, kurang puas, cari ramalan
Orang gila, orang gila, ditanyakan
Yang ditanyai, tertawa terbahak-bahak
Ternyata yang nanya, sudah tertular

Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal, sekekal kekuasaan Allah SWT

Kalau orang tua, salah mimpi-nya
Pasti akan, pasti akan menyesal belakangan
Kedua orang tua kembali pada Tuhan (meninggal)
Anak cucunya, ramai-ramai berebut warisan

Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal, sekekal kekuasaan Allah SWT

Kudua orang tua, di dalam kubur menghadapi kesusahan
Karena melihat putra putrinya tak beribadah
Yang diharapkan, yaitu turunya rahmat
Ternyata yang datang, tambahnya fitnah

Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal, sekekal kekuasaan Allah SWT

Hari ini, jangan lupa berangkat ngaji
Tanya kepada Tuan Guru yang terpuji
Agar kamu, tidak mudah terbujuk setan
Insya Allah, kita menang dan beruntung

Ya Allah, semoga Engkau memberikan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW
Sesuai jumlah bilangan ilmu Allah SWT, rahmat dan kesejahteraan yang kekal, sekekal kekuasaan Allah SWT



Makna Lagu Padang Bulan


Sebagaimana disebutkan di atas, lagu Padang Bulan termasuk dari lagu dolanan warisan masa silam. Pakar sastra dan budaya Indonesia, Andries 'Hans' Teeuw (1921-2012) menyatakan bahwa lagu dolanan termasuk bagian dari seni pertunjukan (performing arts).

Menurut A. Teeuw, lagu dolanan adalah puisi oral yang bersifat nyanyian untuk dibacakan, dialami, dan dihayati secara bersama-sama.

Dalam hal ini, Padang Bulan dapat dihayati maknanya, selain juga lagu bermain anak-anak. Karena merupakan media dakwah Sunan Giri, tembang Padang Bulan mengandung sejumlah nilai-nilai luhur untuk diajarkan.

Sebagaimana dikutip dari Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah, tembang Padang Bulan mengandung sejumlah makna dan nilai luhur, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Gotong Royong dan Solidaritas

Lagu Padang Bulan mengajarkan nilai gotong royong. Hal ini hadir dalam lirik ajakan untuk bermain besama di luar: "Yo prakanca dolanan ing njaba”.

Bermain bersama ini merupakan bentuk solidaritas antarkawan, serta ajang latihan anak-anak untuk saling menghargai satu sama lain.

2. Persahabatan

Ajakan main bersama juga mengandung nilai persahabatan dan kolektivitas dalam suatu kelompok.

Dalam persahabatan, ada sikap menghargai sesama, berempati, dan berkomunikasi antarkawan.

3. Nilai Religius Ibadah

Nilai lain dalam lagu Padang Bulan adalah nilai religius ibadah yang ditunjukkan dari lirik "Ngelingake ojo podho turu sore”. Bait ini bermakna agar jangan tidur di sore hari menjelang malam. Sebab, waktu itu adalah waktu bekerja atau juga ibadah.

Waktu pagi sampai sore sendiri adalah waktu bekerja, bukan untuk leha-leha. Lirik ini bermakna ajakan untuk menjalankan ibadah atau aktivitas lainnya daripada sekadar tidur.


Baca juga artikel terkait TEMBANG JAWA atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Abdul Hadi
Penyelia: Addi M Idhom
DarkLight