Review:

Lirik Lagu 'Ayah' Rinto Harahap: Ada Kegetiran di Balik Kerinduan

Penulis: Alexander Haryanto - 3 Nov 2021 14:55 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Lagu "Ayah" diciptakan oleh Rinto Harahap. Ada kegetiran di balik kesederhanaan lirik lagu tersebut. Berikut ini kisahnya.
tirto.id - Rinto Harahap adalah penyanyi pop legendaris Indonesia dan pencipta lagu "Ayah". Berikut ini lirik lagu "Ayah" dan jejak karier Rinto Harahap.

"Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi"

Ada kegetiran di balik kesederhanaan lirik lagu berjudul "Ayah" ciptaan Rinto Harahap yang sangat fenomenal itu. Sebagaimana sebuah harapan, memang cukup menyakitkan apabila tak kunjung menemukan realitanya, seperti kisah yang diangkat Rinto dalam liriknya ini.

Secara singkat, tak butuh banyak waktu untuk menerka maksud dari lirik lagu ini. Cukup sekali mendengarnya, kita sudah bisa tahu bahwa lagu itu berkisah tentang kerinduan terhadap sang ayah. Dari sisi teknis aransemen dan kepenulisan liriknya, lagu ini juga tergolong sederhana dan tak megah.

Akan tetapi, justru di sana letak menariknya. Sebab, di balik kesederhanaan itu justru muncul sebuah kejujuran, apalagi Rinto piawai menangkap rasa di dalam dirinya, sehingga mampu menyentuh banyak orang, terutama mereka yang pernah merasakan kehilangan sang ayah.

Langkah Rinto yang memilih tema Ayah dalam liriknya ini menjadi menarik karena dekat dengan banyak orang, bahkan lebih dekat dengan tema senja dan kopi yang marak belakangan ini. Di sisi lain, lagu bertema ayah ini juga tak memilih batas usia, jabatan bahkan kelas sosial karena bisa diperdengarkan oleh semua orang.

Tapi, tema yang dekat ini tampaknya justru menjadi problem tersendiri karena terbilang jarang diangkat oleh banyak musisi. Bila pun ada, hanya sedikit yang berhasil, selain Rinto ada nama Ebiet G Ade yang benar-benar berhasil.

Karier Rinto Harahap


Rinto yang lahir di Sibolga,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 10 Maret 1949 ini mengawali karier bermusiknya dengan membentuk grup band The Mercy’s di Medan. Selain Rinto, ada juga Erwin Harahap yang tidak lain adalah kakak kandungnya, serta tiga musisi lain: Reynold Panggabean, Rizal Arsyad, dan Iskandar alias Boen.

The Mercy’s merajai kancah musik nasional, terlebih setelah hijrah ke Jakarta sejak 1972. Bersama Koes Plus, D’Lloyd, Panbers, serta Favourite’s Group, The Mercy’s kala itu disebut sebagai The Big Five, pelopor pop Melayu di tanah air. The Mercy’s tercatat telah merilis 40 album sepanjang masa edarnya.

Bubarnya The Mercy’s pada 1976 tidak lantas membuat pamor Rinto meredup. Justru ia malah menjelma menjadi musisi pop paling berpengaruh selain A. Riyanto, Pance Pondaag, dan Obbie Messakh. Mereka berempat adalah godfather-nya musik pop di industri musik Indonesia.

Namun, lagu-lagu pop kala itu, termasuk milik Rinto pernah dipermasalahkan oleh Menteri Penerangan Harmoko dengan mengeluarkan aturan yang melarang TVRI menayangkan lagu-lagu pop yang dianggapnya “tidak mendidik dan mengajak masyarakat menjadi cengeng” (Sendjaja Widjaja, Hits Maker, 2009:52).

Menteri yang juga mantan wartawan dan dikenal sebagai pengabdi paling setia Presiden Soeharto itu menyebut tembang-tembang pengiris hati, termasuk ciptaan Rinto Harahap, dengan istilah “lagu kelas kerupuk” dan “ratapan patah semangat berselera rendah.”


“Dalam keadaan patah semangat dan cengeng, sulit mengajak orang untuk bekerja keras,” cibir Harmoko saat memberi sambutan dalam acara ulang tahun TVRI ke-26 seperti diwartakan Majalah Tempo (Volume 18, 1988:40).

Cemooh itu kemudian dibalas oleh Rinto: "Kalau alasan untuk menyetopnya karena dianggap berselera rendah dan merendahkan akhlak bangsa, itu sangat kontras dengan apa yang terjadi," tukas Rinto dalam wawancara dengan Majalah Tempo seperti dikutip Rollingstone Indonesia (2015).

Rinto Harahap menyodorkan contoh. Menurutnya, tembang dangdut "Gubuk Derita" yang dinyanyikan Meggy Z adalah bukti bahwa tuduhan Harmoko tidak sepenuhnya benar. "Mendengar lagu itu, orang-orang tak ada yang menangis, tapi berjoget," tandas Rinto.

Beruntung, serangan balik Rinto terhadap sang menteri tidak berdampak terlalu buruk baginya mengingat Orde Baru dikenal sebagai rezim represif. Sebaliknya, keluarga Presiden Soeharto ternyata justru menyukai lagu-lagu sendu kepunyaan Rinto.

Rinto kemudian bahkan menjalin relasi akrab dengan Keluarga Cendana, terlebih dengan Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut. Bahkan, Rinto sempat menjabat Direktur Utama PT. Sira Tama Agra (STAR) milik putri pertama Soeharto itu, meskipun akhirnya ia mengundurkan diri (Majalah Tempo, Volume 24, 1994:91).

Lirik Lagu Ayah Rinto Harahap:


Di mana ... akan kucari
Aku menangis, seorang diri
Hatiku, slalu ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku

Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah, hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah, aku ingin bertemu
Denganmu, aku bernyanyi

Baca juga artikel terkait LIRIK LAGU atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
Penyelaras: Ibnu Azis
DarkLight