Menuju konten utama

LIPI Bantah Musnahkan Puluhan Ribu Buku, Tesis dan Disertasi

LIPI mengatakan, saat ini mereka sedang meningkatkan layanan perpustakaan Pusat Dokumentasi dan Data Ilmiah.

LIPI Bantah Musnahkan Puluhan Ribu Buku, Tesis dan Disertasi
Logo lipi. FOTO/lipi.go.id

tirto.id - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membantah telah memusnahkan puluhan ribu buku, tesis dan disertasi, seperti kabar yang beredar saat ini. Bantahan itu mereka sampaikan melalui akun Twitter resminya @lipiindonesia.

LIPI mengatakan, saat ini mereka sedang meningkatkan layanan perpustakaan Pusat Dokumentasi dan Data Ilmiah (PDDI). Salah satu upaya peningkatan itu adalah dengan melakukan proses weeding tau penyiangan koleksi yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman karena secara fisik sudah rusak parah.

“Mekanisme weeding adalah proses normal di dunia perpustakan untuk memeriksa koleksi perpustakaan, judul per judul untuk penarikan permanen berdasarkan kriteria penyiangan, terutama kondisi fisik koleksi tersebut. Juga memberikan tempat bagi datangnya ilmu pengetahuan baru,” kata LIPI seperti dikutip dari akun Twitter-nya.

Kriteria dalam proses weeding tersebut, antara lain: umur dan fisik koleksi, efisensi pemanfaatan ruang perpustakaan, pemanfaatan koleksi tercetak, dan relevansi substansi koleksi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Kendati demikian, kata LIPI, proses weeding ini tidak menghilangkan koleksi-koleksi bernilai sejarah seperti koleksi George L. Hicks dan Abdurrachman Surjomihardjo.

“PDDI LIPI melakukan digitalisasi aset-aset tersebut agar tetap awet serta lebih mudah diakses masyarakat tanpa harus datang langsung ke PDDI LIPI,” ungkap lembaga ini.

Sementara untuk koleksi tesis dan disertasi di PDDI adalah salinan untuk dokumentasi metadata. Selain itu, versi asli juga tetap berada di perguruan tinggi asal.

“Sebelum dilakukan digitalisasi atau penyiangan, PDDI LIPI memastikan tesis dan disertasi aslinya masih tersimpan di perguruan tinggi asal,” ungkap LIPI.

Baca juga artikel terkait LIPI atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH