Lion Air Ungkap Nasib Pesawat 737 Max Grounded di Thailand

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 9 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Thailand menerapkan grounded Boeing 737 Max, Lion Air mengungkapkan dampak dari kebijakan ini sebab armada pesawat 737 Max tak lagi beroperasi di negara itu.
tirto.id -
Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala mengatakan pengandangan atau grounded pesawat 737 Max juga dialami armada maskapai itu yang beroperasi di Thailand.

Danang mengatakan peringatan yang disampaikan oleh Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika dan produsen pesawat, Boeing juga diberlakukan oleh otoritas penerbangan di Thailand yang berdampak pada tipe Max yang dioperasikan Lion di negara itu.

"Total semuanya. Max 9 juga kok karena yang sudah mengeluarkan dari regulator dan otoritas setempat menurut negara ya. Kali ini Thailand," ucap Danang saat ditemui di Kementerian Perhubungan pada Kamis (8/8/2019).

Danang mengatakan bahwa Lion Air memiliki 13 pesawat Boeing 737 seri Max. Di Indonesia sendiri terdapat 10 dengan seri 737 Max 8.

Jenis pesawat ini merupakan tipe yang mengalami kecelakaan pada penerbangan Lion Air JT-610 di utara Karawang dan Ethiopian Airlines. Namun, untuk pesawat yang dioperasikan di Thailand jenisnya adalah Boeing 737 Max 9.

Meskipun sedikit berbeda dengan Max 8, Danang mengatakan kebijakan tetap diberlakukan pada Max 9. Dengan demikian, total Boeing seri Max yang dikandangkan berjumlah 13.

"Tapi pesawat itu dalam tanda kutip ya enggak dioperasikan. Secara total Lion Air Group punya 13. Tiga itu Boeing 737 Max 9 ada di Thailand. Sepuluh di Soekarno Hatta, Denpasar, Makassar sama di Manado," ucap Danang.

Namun, ketika ditanya mengenai biaya parkir yang terus berjalan, Danang belum dapat memberi keterangan.

"Itu yang ekstrem saya belum bisa beri keterangan itu karena berhubungan dengan kompensasi," ucap Danang.

Danang membenarkan bila berbagai jenis biaya memang tetap berjalan. Selain biaya parkir, terdapat biaya perawatan yang tetap harus digelontorkan.

Soal perawatan ini, Danang mengatakan kegiatan ini tetap dilakukan meskipun pesawat tidak beroperasi. Alhasil biaya yang ditanggung semakin besar.

"Tetap. Jadi pesawat enggak dioperasikan maupun dioperasikan tetap maintanance. Ada biaya pasti," ucap Danang.

Sebelumnya Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut di kantor Kementerian Perhubungan pada Selasa (28/5/2019) mengatakan untuk 10 pesawat 737 Max 8 yang tidak dioperasikan saja kerugian maskapai itu mencapai 20 juta dolar AS.

Bila ditambahkan efek grounded yang dialami pesawat Lion Air yang juga tidak dapat terbang di Thailand maka jumlah kerugiannya setidaknya mencapai 26 juta dolar AS.


Baca juga artikel terkait LARANGAN TERBANG MAX 8 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight