Link Situs Bimbel PPPK 2021 Online, Contoh Soal dan Pembahasannya

Oleh: Maria Ulfa - 24 Juli 2021
Dibaca Normal 4 menit
Berikut ini adalah sejumlah situs bimbingan belajar (bimbel) persiapan ujian Tes Kompetensi PPPK 2021 yang bisa Anda akses untuk latihan.
tirto.id - Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah dilaksanakan serentak dengan pendaftaran CPNS 2021, yaitu sejak 30 Juni 2021 dan akan ditutup 26 Juli 2021 melalui portal SSCASN BKN.

Pelaksanaan seleksi PPPK 2021 akan dilakukan dalam tiga tahap yaitu Agustus, Oktober, dan Desember 2021.

Seleksi rekrutment PPPK Guru tahun ini, terbagi menjadi Seleksi Administrasi dan Seleksi Kompetensi. Seleksi Administrasi dilaksanakan untuk mencocokkan persyaratan administrasi dan kualifikasi pelamar dengan dokumen yang diajukan.

Kemudian, apabila pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi, mereka harus bersiap untuk mengikuti seleksi Kompetensi Teknis PPPK 2021.

Link Situs Bimbel Online PPPK 2021


Berikut ini adalah sejumlah situs bimbingan belajar (bimbel) persiapan ujian Tes Kompetensi PPPK 2021 yang bisa Anda akses untuk latihan:

1. Kitalulus

2. Tes PPPK

3. Bimble CPNS

4. Info Juara PNS

5. Juara PPK Guru 2021

Contoh Soal PPPK 2021 dan Pembahasannya


Berikut ini adalah beberapa soal ujian Kompetensi Teknis PPPK 2021:

1. Soal-soal HOTS merupakan asesmen yang berbasis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, dimana peserta didik diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep pembelajaran di kelas untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan nyata dalam kehidupan (kontekstual) yang dihadapi oleh masyarakat dunia berhubungan dengan lingkungan hidup, kesehatan, kebumian dan ruang angkasa, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan

Berikut ini yang termasuk karakteristik asesmen kontekstual, kecuali…

a. Relating, asesmen berhubungan langsung dengan konteks pengalaman kehidupan nyata.

b. Experiencing, ditekankan kepada penggalian (exploration), penemuan (discovery), dan penciptaan (creation).

c. Applying, menuntut kemampuan peserta didik dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata.

d. Communicating, menuntut kemampuan peserta didik mampu mengomunikasikan kesimpulan model pada kesimpulan konteks masalah.

e. Transferring, menuntut kemampuan peserta didik memahami konsep-konsep pengetahuan.

Jawaban: E

Pembahasan:

Ada lima karakteristik asesmen kontekstual, yang disingkat REACT.

1) Relating, asesmen berhubungan langsung dengan konteks pengalaman kehidupan nyata.

2) Experiencing, ditekankan kepada penggalian (exploration), penemuan (discovery), dan penciptaan (creation).

3) Applying, menuntut kemampuan peserta didik dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata.

4) Communicating, menuntut kemampuan peserta didik mampu mengomunikasikan kesimpulan model pada kesimpulan konteks masalah.

5) Transferring, menuntut kemampuan peserta didik mentransformasi konsep-konsep pengetahuan dalam kelas ke dalam situasi atau konteks baru.

2. Pada pembelajaran tema bumiku kelas VI SD mata pelajaran IPA tentang gerhana bulan, diperoleh hasil evaluasi pembelajaran dari 30 peserta didik, terdapat 10 anak yang tidak memenuhi batas ketuntasan minimal. Program remedial yang tepat dalam kasus tersebut adalah....

a. memberikan bimbingan secara kelompok menggunakan lembar kerja peserta didik

b. memberikan tugas latihan dengan memanfaatkan tutor sebaya

c. memberikan tugas individu membuat gambar gerhana bulan disertai penjelasan

d. memberikan pembelajaran ulang di kelas

e. menjelaskan kepada peserta didik satu per satu

Jawaban: B

Pembahasan:

Program remedial dapat dilaksanakan melalui bimbingan secara perorangan bila ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik.

Pemberian bimbingan secara kelompok bila terdapat beberapa peserta didik mengalami kesulitan yang sama. Pemberian pembelajaran ulang apabila sebagian besar atau semua peserta didik mengalami kesulitan, pembelajaran dilakukan dengan metode dan media yang berbeda menyesuaikan gaya belajar peserta didik. Guru perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat. Pemberian bimbingan dapat dilakukan melalui tugas-tugas latihan secara khusus dengan memanfaatkan tutor sebaya baik secara individu maupun kelompok.

Pada kasus tersebut terdapat 10 anak yang tidak tuntas. Program remedial berikut:

a. Memberikan bimbingan secara kelompok menggunakan media gambar kurang tepat jika berkelompok karena bisa saja dalam satu kelompok seluruh peserta didik mengalami kesulitan belajar

b. Memberikan tugas latihan dengan memanfaatkan tutor sebaya tepat dilakukan karena bisa menghemat waktu dan mengefisienkan sumber daya yang ada. Dalam waktu yang sama seorang guru bisa membantu kelompok siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar dan juga kelompok siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar. Kelompok siswa yang sudah tuntas bisa menjadi tutor bagi teman sebayanya yang belum tuntas. Diharapkan dengan diajarkan oleh tutor-tutor sebayanya, kelompok tutee (yang belum tuntas) lebih nyaman dalam belajar dan tidak sungkan dalam mengemukakan kesulitan belajar. Kelompok siswa yang sudah tuntas diharapkan memperoleh pengalaman baru dan wawasan dalam belajar.

c. Memberikan tugas individu membuat gambar gerhana bulan disertai penjelasan 🡪 kurang tepat, terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar berasal dari faktor dalam (sulit konsentrasi, tidak mudah memahami)

d. Memberikan pembelajaran ulang di kelas tidak tepat karena mengurangi waktu pertemuan pembelajaran terutama bagi kelompok yang sudah tuntas

e. Menjelaskan kepada peserta didik satu per satu tidak tepat, karena terlalu banyak memakan waktu

3. Pembelajaran remedial dimulai dari identifikasi kebutuhan peserta didik. Kebutuhan peserta didik ini dapat diketahui dari analisis kesulitan belajar peserta didik dalam memahami konsep-konsep tertentu. Berdasarkan analisis kesulitan belajar itu, baru kemudian guru memberikan pembelajaran remedial.peserta didik yang sedang mengalami kesulitan belajar. Berikut ini yang bukan instrumen untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik adalah....

a. tugas portofolio

b. wawancara

c. tes kepribadian

d. kunjungan ke rumah

e. observasi

Jawaban: A

Pembahasan:

Usaha yang dilakukan untuk penyembuhan kesulitan belajar dapat diidentifikasi dengan instrumen observasi, angket, wawancara, yaitu antara lain dengan mengamati hasil pekerjaan pekerjaan peserta didik, tugas kelompok, buku rapor, kunjungan ke rumah, dapat pula dengan tes psikologi, tes intelegensi, tes bakat, dan tes kepribadian.

Tugas portofolio tidak bisa digunakan sebagai instrumen untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik.

4. Program pengayaan adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai dan/atau melampaui KKM. Mereka adalah peserta didik yang lebih cepat daripada teman-teman sekelasnya dalam menguasai bahan pelajaran yang diberikan kepadanya atau dapat dikatakan mereka adalah peserta didik yang dapat cepat dalam menyelesaikan tugas belajarnya, sehingga diperlukan treatment atau perlakuan tambahan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Bentuk-bentuk pelaksanaan program pengayaan di antaranya, kecuali....

a. menugaskan peserta didik membaca materi pokok dalam kompetensi dasar selanjutnya.

b. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan-percobaan, soal latihan, menganalisa gambar, dan sebagainya.

c. membuat rangkuman materi kompetensi dasar yang sudah tuntas.

d. memberikan bahan bacaan untuk didiskusikan guna menambah wawasan para peserta didik.

e. membantu peserta didik lain (teman) yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimum.

Jawaban: C

Pembahasan:

Membuat rangkuman tidak tepat digunakan sebagai pelaksanaan program pengayaan karena tidak menambah pengetahuan lebih lanjut bagi peserta didik.

5. Program pengayaan adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai dan/atau melampaui KKM. Mereka adalah peserta didik yang lebih cepat daripada teman-teman sekelasnya dalam menguasai bahan pelajaran yang diberikan kepadanya atau dapat dikatakan mereka adalah peserta didik yang dapat cepat dalam menyelesaikan tugas belajarnya, sehingga diperlukan treatment atau perlakuan tambahan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Pernyataan berikut ini yang tidak tepat mengenai program pengayaan adalah....

a. Fokus pengayaan adalah pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari.

b. Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil penilaian harian.

c. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan satu kali, tidak berulang kali.

d. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian.

e. Pembelajaran pengayaan bisa dipilih sendiri oleh peserta didik atau tidak.

Jawaban: E

Pembahasan:

Program pengayaan adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai dan/atau melampaui KKM. Mereka adalah peserta didik yang lebih cepat daripada teman-teman sekelasnya dalam menguasai bahan pelajaran yang diberikan kepadanya atau dapat dikatakan mereka adalah peserta didik yang dapat cepat dalam menyelesaikan tugas belajarnya, sehingga diperlukan treatment atau perlakuan tambahan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Perlu dipahami bahwa program pengayaan dapat diselenggarakan dengan baik jika dibuat perencanaan pengajaran yang baik, pelaksanaan pengajaran dan evaluasi dilakukan dengan baik, dan tentunya mendapat dukungan dari semua pihak antara lain kerjasama dari orang tua / wali murid. Unsur-unsur lain yang terlibat dalam rancangan pengajaran pengayaan yang perlu ada dan harus diperhatikan adalah peserta didik, guru, media, metode, materi, serta waktu pelaksanaan, semua itu perlu diperhatikan dengan tujuan pengajaran pengayaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Fokus pengayaan adalah pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari. Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil penilaian harian. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan satu kali, tidak berulang kali. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian. Jadi dalam hal ini berbeda perlakuannya dengan remedial. Penentu peserta didik bisa mendapat program pengayaan atau tidak adalah guru, bukan peserta didik itu sendiri.


Baca juga artikel terkait PPPK 2021 atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Maria Ulfa
Penyelia: Yantina Debora
DarkLight