Menuju konten utama

Lima Otak Kudeta Demokrat: Kader Partai hingga Pejabat Pemerintah

Partai Demokrat diklaim tetap solid meski ada upaya kudeta.

Lima Otak Kudeta Demokrat: Kader Partai hingga Pejabat Pemerintah
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan keluar dari ruangan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/WSJ.

tirto.id - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono mengumumkan lima orang terlibat dalam gerakan mengudeta kekuasaannya di partai. Mereka terdiri dari pihak internal dan eksternal Demokrat.

"1 kader Demokrat aktif, 1 kader sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader sudah diberhentikan tidak hormat karena korupsi, 1 mantan kader telah keluar 3 tahun lalu dan seorang pejabat tinggi pemerintahan," ujar AHY dalam siaran daring di Taman Politik Wisma Proklamasi, Jakarta, Senin (1/2/2021).

AHY menerima laporan tersebut dari para pimpinan dan kader Demokrat pusat hingga daerah. Mereka mengaku dan melaporkan ke AHY telah diajak bergabung gerakan secara langsung dan tidak langsung.

Konsep kudeta, menurut AHY, melalui Kongres Luas Biasa (KLB). Kelima orang tersebut menggalang 360 suara dari pengurus partai di daerah dengan memberikan imbalan dalam jumlah besar.

"Pengambilalihan posisi Ketum PD akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," ujarnya.

AHY siap memperjuangkan kekuasaannya dengan cara-cara konstitusional dan berpedoman undang-undang.

Ia juga sudah menyurati Presiden Joko Widodo pada Senin (1/2) ini untuk mengonfirmasikan keterlibatan anak buahnya dalam gerakan tersebut.

"Kepada seluruh kader Demokrat, saya menginstruksikan untuk merapatkan barisan dan tetap mempertahankan soliditas yang telah terbangun ini serta terus bersatu," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PARTAI DEMOKRAT atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Politik
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Zakki Amali