Berita Internasional Terkini

Lika Liku Magdalena Andersson Jadi PM Wanita Pertama Swedia

Oleh: Alexander Haryanto - 30 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Lika liku perjalanan Magdalena Andersson menjadi Perdana Menteri Swedia wanita pertama.
tirto.id - Magdalena Andersson resmi menjadi Perdana Menteri Swedia wanita pertama. Sebelumnya dia sempat mengundurkan diri dari jabatan itu setelah beberapa jam menjabat akibat gejolak politik yang terjadi di Swedia.

BBC melaporkan, dalam pemungutan suara baru pada Senin, 29 November 2021 lalu, anggota parlemen mendukung Magdalena Andersson dengan selisih tipis. Andersson adalah pemimpin Partai Sosialis Demokrat.

Dengan terpilihnya Andersson sebagai Perdana Menteri, maka dia akan memimpin pemerintahan satu partai sampai dengan pemilihan di bulan September tahun depan.

Dalam pemungutan suara pada Senin di Riksdag--nama lembaga legislatif nasional dan badan pengambil keputusan tertinggi di Swedia--sekitar 101 dari 349 anggota parlemen memilih ya, sedangkan 75 anggota abstain dan 173 lainnya memilih tidak.

Dalam keterangan pers, Andersson mengaku siap "membawa Swedia maju" dan dia akan fokus dengan program kesejahteraan, perubahan iklim dan membenahi kejahatan.

Kendati terpilh, Andersson diprediksi masih harus menerapkan anggaran yang disusun oleh beberapa lawan politiknya dari sayap kanan. Selain itu, dia juga harus memerintah minoritas yang rapuh tanpa dukungan formal dari Partai Hijau.


Lika Liku Pemilihan Magdalena Andersson

Sebelumnya, Guardian melaporkan, Magdalena Andersson mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Swedia kurang dari 12 jam dia menjabat untuk posisi itu.

Menurut Andersson, penyebab pengunduran dirinya adalah keputusan Partai Hijau yang mundur dari koalisi. Partai Hijau mundur dari koalisi pemerintah usai RUU anggaran koalisi ditolak oleh parlemen. "Saya telah meminta pembicara untuk dibebaskan dari tugas saya sebagai perdana menteri," kata Andersson dalam konferensi pers.

"Saya siap menjadi perdana menteri dalam satu partai, pemerintahan Sosial Demokrat," lanjutnya. Sementara itu, BBC melaporkan, Andersson mengatakan, dia berharap bisa mencoba menjadi perdana menteri lagi sebagai pemimpin pemerintahan partai tunggal.

PM Swedia Magdalena Andersson
PM Swedia Magdalena Andersson. (AP Photo/Virginia Mayo)


"Ada praktik konstitusional bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri ketika satu partai mundur," kata dia. "Saya tidak ingin memimpin pemerintahan yang legitimasinya dipertanyakan."

Pemilihannya sebagai kepala pemerintahan minoritas mengikuti kesepakatan 11 jam dengan partai oposisi Kiri, termasuk dengan imbalan pensiun bagi banyak orang Swedia. Selain itu, Andersson juga mendapatkan dukungan dari mitra koalisi Partai Hijau.

Dalam pemilihan sebelumnya, dari 349 anggota Riksdag, sekitar 174 suara yang menentangnya. Dia mendapatkan 117 dukungan dari anggota parlemen, 57 lainnya abstain.

Andersson mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1996. Waktu itu dia menjadi penasihat politik untuk Perdana Menteri Goran Persson. Selama tujuh tahun terakhir, Andersson menjabat sebagai menteri keuangan.

Sejarah mencatat, Swedia adalah satu-satunya negara bagian Nordik yang posisi Perdana Menterinya tidak pernah dipegang oleh perempuan. Oleh karena itu, dengan Andersson menjadi perdana menteri perempuan pertama, seharusnya menjadi alasan untuk merayakan pencapaian itu.

Sepanjang kariernya, Andersson telah membangun citra sebagai orang yang lugas dan blak-blakan. Baru-baru ini, saluran televisi publik Swedia SVT mengambarkan Andersson sebagai "buldozer".


Baca juga artikel terkait MAGDALENA ANDERSSON atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight