Olimpiade 2020

Lifter Thailand & Malaysia Dilarang Ikut Olimpiade karena Doping

Oleh: Oryza Aditama - 6 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Para atlet angkat besi dari Thailand dan Malaysia dilarang mengikuti Olimpiade 2020 yang akan digelar di Tokyo tahun depan lantaran kasus doping.
tirto.id - Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) melarang para lifter Thailand dan Malaysia untuk mengikuti ajang Olimpiade 2020 yang akan digelar di Tokyo, Jepang, tahun depan. Hukuman terhadap Federasi Angkat Besi Thailand (TAWA) dan Malaysia (MWF), dijatuhkan menyusul temuan kasus doping terhadap atlet mereka.

Larangan tampil di Tokyo tetap berlaku meski Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi telah memundurkan ajang Olimpiade hingga tahun depan akibat pandemi COVID-19.

IWF melarang atlet kedua negara itu untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo, walaupun telah terjadi perubahan jadwal atas pesta akbar olahraga empat tahunan itu, ungkap IWF lewat laman resmi mereka yang dilansir oleh Antara, Minggu (5/4/2020).

Selain larangan tampil di Olimpiade dan kejuaraan internasional, IWF juga menjatuhkan denda sebesar 200.000 dolar AS terhadap Thailand.

“TAWA dikenai denda sebesar 200.000 dolar AS. Setengah dari jumlah tersebut merupakan penalti, sementara sisanya akan digunakan oleh IWF untuk mengganti biaya yang telah dikeluarkan sehubungan dengan kasus ini, serta tambahan untuk pengujian para atlet TAWA,” terang IWF.

Hukuman terhadap federasi Thailand diberlakukan selama 3 tahun. Namun IWF dapat meninjau ulang vonis tersebut pada 7 Maret 2022 jika Thailand mampu menunjukkan perubahan positif dalam regulasi mereka.

Sementara bagi Malaysia, IWF menjatuhkan hukuman larangan berkompetisi selama 12 bulan, yakni sampai 1 April 2021. Hukuman akan ditinjau ulang paling awal 1 Oktober 2020. Meski periode hukuman Malaysia hanya setahun, mereka tetap mendapat larangan tampil di Olimpiade.

“MWF dilarang mengikuti seluruh kegiatan IWF untuk jangka waktu 12 bulan, hingga 1 April 2021. Hukuman satu tahun akan ditinjau ulang atau bahkan dicabut paling awal 1 Oktober 2020, jika MWF mampu memenuhi kriteria yang ditentukan,” tulis IWF.


Kendati demikian, IWF juga masih memberikan kesempatan Thailand dan Malaysia untuk mengajukan banding kepada Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS) dalam tempo 21 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 1 April 2020.

“IWF tidak memberikan toleransi terhadap doping, dan sepenuhnya mendukung tindakan kedisiplinan yang diambil untuk memastikan level permainan semua atlet."

"Namun demikian, IWF tetap berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua anggota federasi dalam memberikan pendidikan anti-doping yang menonjolkan perubahan sikap dan budaya,” pungkas IWF.

Pada Olimpiade Rio 2016 lalu, Thailand mampu meloloskan 9 lifter, dengan raihan: 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Sementara Malaysia hanya meloloskan 1 lifter, dan tanpa menyabet satupun medali.

Baca juga artikel terkait OLIMPIADE 2020 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight