Libur Tahun Baru Islam 10 atau 11 Agustus 2021 & Sejarah 1 Muharam

Oleh: Syamsul Dwi Maarif - 5 Agustus 2021
Dibaca Normal 2 menit
Tanggal 1 Muharram 2021 atau Tahun Baru Islam 1443 H akan jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021. Kenapa tanggal merahnya jatuh di 11 Agustus 2021?
tirto.id - Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender umat Islam berdasarkan penanggalan bulan (Qomariyah). Orang-orang mukmin menyambut datangnya bulan Muharram dengan dua sikap, yaitu kebahagiaan dan kesedihan.

Mukmin yang berbahagia dengan datangnya Muharram disebabkan karena pada bulan tersebut, merupakan waktu di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir bandang, Nabi Musa dari kejaran pasukan Fir’aun, dan banyak lainnya.

Sedangkan bagi mukmin yang menanggapi dengan sikap kesedihan, mereka menyatakan bahwa Muharram merupakan bulan di mana terjadinya pembantaian terhadap keluarga Nabi Muhammad SAW seperti Husen (cucu) dalam peristiwa karbala oleh Yazid bin Mua’awiyah.

Tanggal 1 Muharram 2021 atau Tahun Baru Islam 1443 H akan jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021. Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Ketenagakerjaan, Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Biokrasi Republik Indonesia Nomor 712, 1, dan 2 Tahun 2021 tentang Penetapan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021, bahwa pada tanggal 10 Agustus 2021 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1443 H, tidak ditetapkan sebagai tanggal merah.

SKB 3 Menteri ini menyatakan bahwa tanggal merah atau hari libur Tahun Baru Islam tidak jatuh pada 10 Agustus, melainkan hari Rabu 11 Agustus 2021. Peraturan ini diumumkan sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah dalam rangka pencegahan dan penanganan penyebaran COVID-19 serta untuk mengantisipasi munculnya klaster baru.
Selain perubahan tanggal Tahun Baru Muharram 1443 H yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 10 Agustus 2021 menjadi hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021, pemerintah juga mengubah hari libur lainnya, seperti:
  • Mengubah Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 menjadi hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021.
  • Menghapus Cuti Bersama Hari Raya Natal tanggal 24 Desember 2021.
Link Download SKB 3 Menteri Nomor 642 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.


Sejarah Penetapan Bulan Muharram

Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender Qomariyah terjadi pada masa Kekhalifahan Umar bin Khattab Tahun 17 H.

Pada mulanya, Umar bin Khattab mendapatkan surat dari Abu Musa Al-Asy’ari tanpa adanya keterangan tanggal dan hari pengiriman. Hal tersebut tentunya menyulitkan dalam menandai surat yang baru dan lama. Umar bin Khattab kemudian melakukan musyawarah bersama para sahabat untuk menentukan awal tarikh Islam.

Umar bin Khattab dan para sahabat menghasilkan beberapa pilihan tahun untuk awal tarikh Islam seperti tahun kelahiran, tahun kebangkitan, tahun wafat, dan tahun hijrah Nabi Muhammad SAW. Dalam akhir musyawarah tersebut, keluarlah sebuah keputusan bahwa awal tarikh Islam ditetapkan dengan hari yang sama, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Dikutip dari laman NU Online, alasan kuat mengapa awal tarikh Islam disesuaikan dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW, adalah sebagai implementasi proses awal terjadinya perkembangan dakwah Islam sampai menuju masa kejayaannya.

Selain itu, Muharram merupakan bulan dimana dilaksanakannya ibadah haji oleh orang-orang mukmin. Hal tersebut menunjukan bahwa keputusan pemilihan awal tarikh pada bulan muharram dipandang tepat.

Sehingga, umat Islam akan selalu mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam melakukan pergerakan dalam menegakkan panji-panji agama pada bulan Muharram.

Kemuliaan Bulan Muharram

Muharram merupakan bulan yang mulia serta mengandung banyak keutamaan di dalamnya. Pada bulan tersebut, banyak kejadian (peristiwa) luar biasa dengan kebesaran-kebesaran Allah SWT yang diungkapkan dalam perjalanan dakwah beberapa nabinya.

Sebagai contoh, Nabi Musa AS dan para pengikutnya berhasil selamat dari kejaran Raja Fir’aun dan bala tentaranya yang harus tenggelam di laut merah. Selain itu, Nabi Nuh AS dan kaumnya yang taat diselamatkan dari terjadinya banjar bandang pada musim kemarau panjang. Kemudian, Nabi Musa AS dan Nabi Nuh AS melakukan puasa sebagai rasa syukur kepada Allah SWT pada bulan tersebut (Muharram).

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa, pada bulan Muharram Allah SWT akan memperbanyak dosa bagi hambanya yang berbuat kejahatan. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Al Hajj ayat 25 yang berbunyi, “Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.”


Baca juga artikel terkait TAHUN BARU ISLAM atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight