Menuju konten utama

Ledakan Bom di 3 Gereja & 3 Hotel Sri Lanka Tewaskan 138 Orang

Seorang juru bicara Rumah Sakit Nasional, Dr. Samindi Samarakoon, mengatakan kepada AP News bahwa mereka menerima 47 orang meninggal dunia, termasuk sembilan orang asing, dan merawat lebih dari 200 orang yang terluka.

Ledakan Bom di 3 Gereja & 3 Hotel Sri Lanka Tewaskan 138 Orang
Polisi berjaga di daerah sekitar gereja St. Anthony setelah ledakan di Kolombo, Sri Lanka, Minggu, 21 April 2019. AP Photo/Eranga Jayawardena

tirto.id -

Ledakan bom di Hari Paskah terjadi di tiga gereja dan tiga hotel Sri Lanka. Akibat ledakan itu 138 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Ledakan itu diduga dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri, seperti dilansir dari AP News.

Menurut petugas keamanan yang enggan disebut identitasnya mengatakan bahwa ledakan bom ini merupakan kekerasan terbesar di negara Asia Selatan itu sejak perang saudara berakhir satu dekade lalu.

Gereja St Anthony dan tiga hotel tempat ledakan terjadi di Kolombo, sering dikunjungi oleh wisatawan asing.

Seorang juru bicara Rumah Sakit Nasional, Dr. Samindi Samarakoon, mengatakan kepada AP News bahwa mereka menerima 47 orang meninggal dunia, termasuk sembilan orang asing, dan merawat lebih dari 200 orang yang terluka.

TV lokal setempat juga menunjukkan adanya kerusakan di hotel Cinnamon Grand, Shangri-La dan Kingsbury.

Restoran lantai dua Shangri-La terlihat hancur karena ledakan, dengan langit-langit dan jendela pecah.

Alex Agieleson, yang berada di dekat lokasi ledakan, mengatakan bangunan bergetar akibat ledakan itu.

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah orang yang terluka dibawa dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.

Ledakan lain juga dilaporkan di Gereja St Sebastian di Negombo, sebuah kota dengan penduduk mayoritas Katolik di utara Kolombo, dan di Gereja Sion di kota Batticaloa di bagian timur.

Menurut laporan AP News ledakan itu mengakibatkan kerusakan pada atap dan merobohkan pintu serta jendela di Gereja St Sebastian.

Para pejabat keamanan Sri Lanka mengatakan mereka sedang menyelidiki ledakan tersebut dan polisi segera menutup area tersebut.

Hingga berita ini dirilis, berdasarkan laporan AP News tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Baca juga artikel terkait LEDAKAN BOM atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH