Menuju konten utama

Larantuka Sambut Ratusan Peziarah Jumat Agung

Larantuka Sambut Ratusan Peziarah Jumat Agung

tirto.id -

Para peziarah dari berbagai penjuru provinsi Nusa Tenggara Timur sudah tiba di Larantuka, Flores Timur, pada Rabu pagi, (23/3/2016),untuk mengikuti prosesi Semana Santa atau perayaan Jumat Agung. Para peziarah yang berjumlah sekitar 300 orang mulai kesulitan mendapatkan penginapan sehingga harus menginap di rumah-rumah penduduk.

Pantauan Antara memperlihatkan peziarah yang mengikuti prosesi Semana Santa itu datang dari berbagai kabupaten di daratan pulau Timor, mulai dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara bahkan  juga dari Kabupaten Belu yang berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste.

Rombongan peziarah telah berlayar dari Kupang mulai pukul 13.00 WITA. Mereka rata-rata berdatangan dalam rombongan, dengan mendaftar terlebih dahulu di salah satu gereja.

"Ini pertama kali saya mengikuti prosesi Jumat Agung atau Prosesi Semana Santa," kata Dina, salah satu peziarah, saat tiba di pelabuhan Penyeberangan feri, Waibalun-Larantuka, Flores Timur, Rabu pagi, (23/3/2016).

Dina mengaku bahwa dirinya mendaftar di salah satu gereja Katolik di Timor Tengah Utara dan difasilitasi dari sana. Ia bersama rombongannya yang berjumlah 12 orang kini sudah mendapatkan penginapan.

Berbeda dengan Dina, Alfons Tambore (28) beserta rombongannya memilih untuk menginap di rumah penduduk karena tidak mendapatkan penginapan.

"Kita semuanya ada sembilan orang, yang semuanya dari Naibonat, Kabupaten Kupang," kata Alfons.

Alfons mengaku bahwa kali ini untuk kedua kalinya dirinya bisa mengikuti prosesi Jumat Agung tersebut. Ziarah terakhirnya untuk berdoa kepada "Tuan Ma dan Tuan Ana" dilakukan pada 2013 lalu.

Prosesi Semana Santa atau Jumat Agung merupakan tradisi agama Katolik di Larantuka. Tradisi Semana Santa adalah tradisi menjelang hari raya Paskah yang sudah berlangsung sejak 500 tahun yang lalu.

Baca juga artikel terkait GEREJA KATOLIK atau tulisan lainnya

Reporter: Putu Agung Nara Indra