Menuju konten utama

Lapangan Kerja Bakal Makin Sempit Imbas PPKM Diperpanjang

Pengusaha enggan berekspansi di masa pandemi. Mereka bertahan dari ketidakpasian dan kontraksi ekonomi.

Lapangan Kerja Bakal Makin Sempit Imbas PPKM Diperpanjang
Ilustrasi Mobilitas Sosial. foto/Istockphoto

tirto.id - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menjelaskan, para pengusaha di seluruh sektor saat ini memilih untuk memasang strategi bertahan. Imbasnya ada potensi sektor usaha untuk sementara tidak membuka lapangan pekerjaan.

“Saya kira masih akan tertahan, kan perdagangannya masih kontraksi, jadi belum akan ekspansi. Nah ini efek kumulatif bukan hanya saat PPKM darurat saja, tapi juga sebelum-sebelumnya. Jadi karena dia sebetulnya tidak dalam mode ekspansi. Hanya untuk survive, supaya kerugiannya tidak lebih besar, maka ada kecenderungan untuk mengurangi biaya produksi, salah satunya adalah upah karyawan dan menunda rekrutmen,” jelas dia kepada Tirto, Selasa (10/8/2021).

Pemerintah secara resmi memperpanjang jadwal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, 3, dan 4 untuk Pulau Jawa dan Bali selama tujuh hari. PPKM berlangsung 10-16 Agustus 2021. Sebelumnya fase pertama pembatasan ketat berlaku saat PPKM Darurat pada 3-20 Juli, disusul fase kedua PPKM Level 4 (20-25 Juli), fase ketiga PPKM Level 4 (26 Juli-2 Agustus), dan fase keempat PPKM Level 4 (2-9 Agustus).

Faisal menjelaskan, para pengusaha saat ini memiliki kecenderungan untuk menunda rekrutmen karena melihat kondisi ke depan yang belum pasti.

“Ketidakpastiannya masih tinggi, sehingga potensi untuk terjadinya peningkatan pengangguran atau orang yang dirumahkan itu juga masih sangat mungkin terjadi,” papar dia.

Dari realisasi pembatasan yang dilakukan selama lebih dari satu bulan, dampak ke perekonomian ternyata begitu besar. Bank Indonesia (BI) merilis hasil survei indeks keyakinan konsumen pada Juli 2021. Hasilnya lebih rendah dari periode sebelumnya. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2021 tercatat sebesar 80,2, lebih rendah dibandingkan dengan 107,4 pada Juni 2021.

Tertahannya keyakinan konsumen pada Juli 2021 disebabkan konsumen memprakirakan ekspansi kondisi perekonomian pada 6 bulan ke depan yang masih terbatas. Bentuknya mulai dari aspek kegiatan usaha hingga ketersediaan lapangan kerja.

Meskipun per hari ini sudah ada kelonggaran dari pemerintah berupa diizinkannya mal dan beberapa kegiatan lain, sektor usaha tidak semudah itu untuk pulih. Maka dari itu pemerintah perlu lebih serius untuk mengendalikan kasus penularan Corona,

Baca juga artikel terkait PPKM atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Bisnis
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali