Laman Website KKP Tak Bisa Diakses Usai Edhy Prabowo Ditahan KPK

Oleh: Riyan Setiawan - 26 November 2020
Laman https://kkp.go.id/ dan http://jdih.kkp.go.id/ tidak dapat diakses publik sejak pukul 16.37 WIB.
tirto.id - Laman website Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) https://kkp.go.id/ dan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) http://jdih.kkp.go.id/ tak dapat diakses publik.

Kedua laman tersebut terjadi masalah setelah Edhy Prabowo --menteri KKP-- ditetapkan sebagai tersangka korupsi ekspor benih lobster oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) malam.

Kedua situs tersebut tak dapat diakses sejak pukul 16.37 WIB. Saat reporter Tirto mencoba mengakses kedua laman tersebut, terlihat latar belakang berwarna merah dengan sebuah tanda dan tulisan peringatan.

"Situs yang akan dibuka berisi aplikasi berbahaya," tulis dinding laman tersebut, Kamis (26/11/2020).

Dalam laman tersebut, juga memberikan informasi jika "Penyerang yang saat ini berada di kkp.go.id / jdih.kkp.go.id mungkin berusaha menginstal aplikasi berbahaya yang dapat merusak perangkat, menambahkan biaya tersembunyi ke tagihan seluler, atau mencuri informasi pribadi anda."

Kemudian dalam laman tersebut terdapat pilihan "Kembali agar aman" atau "Detail". Saat Tirto memilih "Kembali agar aman", pencarian kembali ke Google.

Sementara jika memilih "Detail", terdapat keterangan: "Google Safe Browsing baru saja mendeteksi software rusak di kkp.go.id / jdih.kkp.go.id. Situs web yang umumnya aman terkadang terinfeksi software rusak."

"Jika Anda memahami risiko terhadap keamanan, Anda dapat mengunjungi situs tidak aman ini sebelum program berbahaya tersebut dibuang."

Reporter Tirto telah mencoba menghubungi Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo. Namun hingga berita ini dirilis, Agung belum juga memberikan respons.



Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz
DarkLight