Laba Fantastis Sutradara Hollywood

Sutradara Christopher Nolan [reuters/mario anzuoni]
Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 14 Oktober 2016
Dibaca Normal 3 menit
Kontrak dengan Warner Bross atas film Dunkirk (2017) menjadikan Christopher Nolan sebagai sutradara dengan bayaran termahal di Hollywood saat ini. Namun ia belum ada apa-apanya dengan Steven Spielberg sebagai sineas berkantong paling tebal sekaligus paling berpengaruh di industri perfilman AS. Berapa sesungguhnya laba fantastis yang keduanya dan sutradara Hollywood lain peroleh?
Sejak Christopher Nolan bekerja sama dengan Warner Bross untuk membuat Insomnia pada 2002 silam, keduanya telah mencanangkan fondasi yang kokoh untuk membuat film baik yang memiliki kualitas di atas rata-rata maupun mampu mendatangkan keuntungan finansial yang besar. Keduanya juga membuat mahakarya Hollywood lain seperti trilogi The Dark Knight (2005, 2008, dan 2012), Inception (2010), dan Interstellar (2014). Kesemuanya laris dan mendatangkan banyak puji-puji dari kritikus.

Kemampuan Nolan dalam meracik sebuah film yang disukai penonton membuat Warner Bross tak segan untuk mengguyurkan dana yang besar. Pada 7 Oktober 2016 lalu kabar itu pun datang: Nolan telah menandatangani kontrak bersama Warner Bross untuk pembuatan film Dunkirk dengan jumlah bayaran fantastis dan cukup untuk membuat sineas jenius asal Inggris itu menjadi sutradara dengan bayaran tertinggi seantero Hollywood—bahkan dunia.

Dunkirk adalah film epik berlatar belakang Perang Dunia II yang rencananya akan dirilis pada bulan Juli 2017. Sebagaimana dikabarkan The Hollywood Reporter, Nolan akan mendapat bayaran di muka sebesar $20 juta dan nantinya 20 persen dari laba kotor atas keuntungan film Dunkirk. Publik terkesima sebab yang akan Nolan peroleh adalah laba kotor, bukan laba bersih. Dengan kata lain ia akan memperoleh 20 persen dari total berapapun nanti Dunkirk menghasilkan untung.

Untuk gambaran lebih jelasnya, jika Dunkirk menghasilkan keuntungan kotor hingga $500 juta (jumlah tersebut adalah rata-rata keuntungan dari film-film Nolan dari pemutaran di Amerika Serikat saja), maka ia akan mendapat bonus sebesar $100 juta. Dunkirk jelas akan didistribusikan hingga ke banyak negara. Jika keuntungan dari pemutaran Dunkirk di seluruh dunia mencapai $1 miliar, sebagaimana rata-rata keuntungan atas pemutaran film-film sebelumnya, maka ia akan mendapat tambahan pemasukan mencapai $200 juta.

Kesepakatan seperti itu amatlah langka dilakukan antara sutradara dengan produser. Terakhir kali kesepakatan dengan jumlah yang serupa ditandatangani oleh Peter Jackson dengan Universal Picture untuk film King Kong di tahun 2005 silam. Berdasarkan pemasukannya di level internasional, King Kong sukses meraup keuntungan sebanyak $550 juta. Hasilnya, di masa akhir pemutaran film, Peter Jackon mengantongi bayaran sebesar $110 juta.

Secara umum, studio film memang menawarkan pembagian keuntungan yang memadai terutama saat film tersebut berhasil menyedot banyak penonton. Yang membuat kasus Nolan unik adalah diberi insentif di muka. Menurut The Hollywood Reporter, rata-rata bayaran untuk sutradara antara $750.000 hingga $1,5 juta, tergantung reputasi yang melekat pada sang sineas serta kemampuannya dalam mendatangkan penonton ke dalam gedung bioskop.

Insentif di muka menjadi simbol kepercayaan Warner Bross kepada Nolan. Fakta bahwa Nolan selalu berusaha menjaga kualitas film dan sudah menjadi 'tuhan' baru di jagad perfilman populer tak terbantahkan. Ia telah memiliki basis penggemar yang loyal dan menjuluki Nolan sebagai pelopor sinema bercitarasa posmodern. Salah satu komentar netizen atas trailer Dunkirk di Youtube cukup representatif menggambarkan antusiasme publik pada Nolan, yakni “Aku akan menonton apapun yang dibuat Nolan.”

Jika Nolan berhasil menarik perhatian rumah produksi, lain halnya dengan sutradara besar Hollywood lain. David Fincher misalnya. Sutradara yang melambung namanya lewat sejumlah film seperti Fight Club (1999), The Social Network (2010), dan Gone Girl (2014) itu konon batal menyutradarai film biografi Steve Jobs (2015) karena bersikeras atas tambahan bayaran sebesar $10 juta. Film tersebut akhirnya jatuh ke tangan Danny Boyle dan sayangnya tak sesukses yang diharapkan. Ini artinya, untuk soal reputasi, Nolan masih lebih tinggi dibanding Fincher maupun Boyle.

Blockbuster polesannya, The Dark Knight, sukses menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa. Biaya pembuatannya berkisar di angka $185 juta, namun berhasil membawa pulang untung hingga $533 juta di AS saja. Bonus yang berlipat-lipat besarnya kemudian dikantongi Nolan atas kesuksesan pemutaran di seluruh dunia. Ia dinilai berhasil membuat mahakarya atas tokoh komik Batman dan meredefinisi makna dari superhero itu sendiri. Kualitas apik The Dark Knight diganjar rating yang tinggi oleh pengguna akun IMDB dan menempati posisi keempat film terbaik sepanjang masa.



Nama Besar, Untung Besar

Merujuk data pendapatan Nolan dari laman Box Office Mojo per 10 Oktober 2016, sineas yang menggebrak dunia lewat film Memento (2000) itu kini memiliki pendapatan kotor sebesar $1,861 miliar. Ia berada di urutan ketujuh dalam daftar sutradara terkaya Hollywood. Di urutan 10 besar, ia mengalahkan nama-nama lain seperti Tim Burton ($1,809), Clint Eastwood ($1,805), dan Chris Columbus ($1,75).

Di atas Nolan muncul nama-nama besar dengan rata-rata pengalaman yang lebih panjang dan jumlah film yang lebih banyak. Antara lain Ron Howard ($1,861) dengan The Grinch sebagai film terlarisnya, James Cameron ($1,974) yang mengguncang dunia dengan film Avatar, dan Robert Zemeckis ($2,049) yang mempersembahkan drama sejarah apik lewat Forrest Gump.

Di urutan ketiga ada Peter Jackon dengan pendapatan sebesar $2,13 miliar yang membuat trilogi epik The Lord of The Rings. Di urutan kedua sutradara terkaya di Hollywood ada Michael Bay. Netizen boleh saja menyindirnya sebagai sineas penyuka ledakan besar bahkan untuk adegan-adegan biasa, namun dia adalah salah satu ahli pembuat blockbuster terbaik di Hollywood.

Michael mampu mendatangkan penonton lewat film-film aksi yang seru untuk ditonton oleh masyarakat awam. Karya yang paling menghasilkan untung darinya hingga saat ini adalah Transformer 2 yang meraup keuntungan $402 juta di AS saja.

Untuk sutradara terkaya nomor satu AS yang telah menghasilkan deretan film-film laris, tak lain dan tak bukan adalah Steven Spielberg. Banyak pengamat film yang bersepakat bahwa ia adalah sineas paling berpengaruh di Hollywood dan telah membentuk bagaimana industri film berjalan seperti sekarang. Popularitasnya melampaui zaman, mengingat ia sudah membuat film sejak era 1960-an. Kini total filmnya sudah mencapai 30-an, dan hingga detik ini ia telah meraup profit fantastis yakni sebesar $4,31 miliar.

Nolan diprediksi menjadi sineas yang akan melanjutkan kedigdayaan Steven mengingat umurnya yang masih muda. Ia adalah sutradara termuda diantara ke-9 sutradara lain yang sudah kenyang makan garam itu. Jika mampu mempertahankan peformanya, suatu saat nilai jual film Nolan bahkan bisa melebihi nilai kontrak Dunkirk dengan Warner Bross.

Jalan Nolan masih panjang. Laba besar selalu siap menanti.

Baca juga artikel terkait HOLLYWOOD atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Film)

Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight