Menuju konten utama

Kwik Kian Gie Mengaku Tak Dukung Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019

Kwik membantah telah bergabung ke kubu Prabowo untuk menjadi penasihat ekonomi di Pilpres 2019.

Kwik Kian Gie Mengaku Tak Dukung Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019
Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/6). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

tirto.id - Kwik Kian Gie tidak mendukung pihak manapun di pemilihan presiden 2019. Pengakuan itu disampaikan Kwik usai menyambangi Posko Pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Menurut Kwik, dirinya hanya akan mendukung pemikirannya sendiri. Ia membantah telah bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Saya tidak mendukung ke sana [Prabowo], saya tidak mendukung ke sini [Jokowi]. Saya mendukung pikiran-pikiran saya sendiri," ujar Kwik kepada wartawan.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) periode 1999-2000 itu menjelaskan duduk perkara dirinya sempat disebut bagian tim kampanye Prabowo-Sandiaga. Kwik mengaku hanya memberikan nasihat untuk Prabowo ihwal persoalan ekonomi saat ini.

Nasihat itu disampaikan Kwik karena permintaan Prabowo. Kwik mengaku tak mau menolak permintaan itu, karena dirinya sudah kenal lama dengan Prabowo.

"Jadi hubungannya itu pribadi sebagai teman. Lalu saat diskusi tentu bersedia, kan saya tidak bisa mengatakan tidak bersedia [...] Apalagi diajak bicara mengenai kepentingan bersama, jadi saya mau," kata Kwik.

Ia juga mengaku masih menjadi kader PDI Perjuangan. Pengakuan itu telah disampaikan Kwik kepada Prabowo saat berkunjung ke kediamannya pekan lalu.

Setelah diberitahu bahwa Kwik masih kader PDIP, Prabowo disebut menerima kenyataan itu. Kwik juga mengaku siap memberi nasihat ekonomi kepada siapapun, tak terbatas untuk Prabowo.

Saat berkunjung ke Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Kwik mengaku telah membicarakan persoalan ekonomi fundamental Indonesia. Ia juga mengaku membahas kendala apa yang dihadapi Indoensia saat ini.

"Oleh karena itu yang dibicarakan adalah fundamen-fundamennya saja yang bottleneck, kesulitan-kesulitan mendasar apa yang dihadapi oleh pemerintah sekarang dan bagaimana solusinya di mana saya mengungkapkan hal-hal bukan yang baru karena ada semua dalam konsep itu," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Politik
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Alexander Haryanto