Kunjungan Wisman Januari 2021 Turun Imbas PPKM & Varian Baru Corona

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 1 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Wisatawan mancanegara pada Januari 2021 sebanyak 141.300 kunjungan.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mengalami penurunan pada Januari 2021. Dari 164.100 kunjungan pada Desember 2020 turun 13,9 persen menjadi 141.300 kunjungan pada Januari 2021.

Penurunan ini disebabkan oleh masih berlanjutnya kasus COVID-19 di berbagai negara sehingga mengetatkan perjalanan warganya ke luar negeri. Sementara Indonesia memberlakuan pengetatan pintu masuk pada Januari 2021. Waktu itu Warga Negara Asing (WNA) dilarang memasuki Indonesia sebagai respons atas munculnya varian baru COVID-19 yang lebih menular.

“Wisman masih mengalami penurunan membawa dampak luar biasa pada sektor pariwisata dan pendukungnya. Pasar utama wisman Indonesia masih memberlakukan pelarangan terkait pencegahan COVID-19. Beberapa melakukan lockdown,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Sejalan dengan pengetatan, BPS mencatat jumlah wisman yang masuk melalui pintu masuk udara menyusut drastis. Pada Januari 2021, hanya ada 1.700 kunjungan melalui udara atau hanya 1 persen dari total anjlok dibanding Desember 2020 yang mencapai 23.600 atau 14 persen dari total kunjungan waktu itu.

Meski pemerintah memperketat pintu masuk, kunjungan dari pintu masuk darat hanya turun tipis. Dari 96.000 menjadi 95.300 kunjungan atau 68 persen pada Januari 2021. Dari jalur laut juga hanya terkoreksi sedikit. Dari 44.500 menjadi 44.200 kunjungan atau 31 persen.

Mayoritasnya disumbang oleh Timor Leste yang mencapai 75.100 kunjungan. Di posisi kedua ada Malaysia yang menyumbang 48.300 kunjungan atau 34,2 persen.

Tren ini juga berdampak pada penurunan penerbangan internasional. Pada Januari 2021, jumlah penerbangan internasional hanya 50 ribu orang turun dari Desember 2020 yang mencapai 60.000 orang. Penurunan disebabkan karena WNA tidak boleh masuk ke Indonesia karena munculnya varian baru COVID-19 sementara WNI diminta tak banyak pergi ke luar negeri.

Penerbangan domestik juga mengalami penurunan 36,19 persen dari Desember 2020. Dari 3,66 juta penumpang menjadi 2,34 juta penumpang. Penyebabnya tak lain pengetatan perjalanan domestik melalui kewajiban penumpang melakukan tes antigen dan PCR.

“Muncul berita virus Corona varian baru. Pemerintah RI membatasi masuknya WNA, pemerintah menghimbau melarang warga Indonesia berangkat ke luar negeri kalau tak terlalu penting. Lalu berlanjut PPKM mikro berpengaruh pada transportasi,” ucap Suhariyanto.


Baca juga artikel terkait ANGKA WISATAWAN MANCANEGARA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight