Kumpulan Pidato Hari Guru & 5 Contoh Ceramah Pembina Upacara

Penulis: Yulaika Ramadhani, tirto.id - 24 Nov 2022 11:00 WIB
Dibaca Normal 6 menit
Kumpulan contoh pidato Hari Guru Nasional 2022 yang dapat digunakan untuk ceramah pada peringatan HGN pada Jumat, 25 November 2022.
tirto.id - Kumpulan contoh pidato Hari Guru Nasional 2022 dapat digunakan untuk ceramah pada peringatan HGN pada Jumat, 25 November 2022.

Beberapa kegiatan akan diselenggarakan pada hari tersebut, termasuk upacara bendera yang di dalamnya terdapat pidato bertema Hari Guru Nasional.


Kegiatan upacara Hari Guru Nasional yang tercantum pada pedoman upacara bendera untuk menyambut Hari Guru Nasional 2022 Kemdikbud sangat beragam.

Kegiatan tersebut meliputi pengibaran bendera merah putih, penganugerahan tanda kehormatan Satya Lancana, menyanyikan lagu "Hymne Guru" dan "Terima Kasih Guruku", hingga pidato HGN 2022.


Adapun, tema Hari Guru Nasional 2022 adalah "Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar."

Berikut 5 contoh pidato Hari Guru Nasional yang bisa dipakai untuk mengisi sambutan Pembina Upacara dalam susunan upacara HGN 2022.


Contoh 1 Pidato Hari Guru Nasional 2022


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayahnya kita dapat kembali merayakan Hari Guru Nasional 2022.

Saudara-saudaraku yang terhormat, dunia pendidikan merupakan sektor penting dalam upaya pembangunan sebuah negara. Pendidikan membantu negara untuk membentuk sosok-sosok penerus yang bertanggung jawab di masa depan.

Bahkan menurut seorang tokoh dunia Nelson Mandela pernah berkata bahwa "Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia."

Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan akan terus ada mengikuti tantangan global yang maju menuju peradaban modern. Besarnya peran di sektor pendidikan dalam suatu negara tentu dipengaruhi oleh komponen penggeraknya, yaitu guru.

Tanpa guru, pendidikan yang berkualitas di suatu negara tidak bisa berjalan semestinya.

Sudah menjadi fakta umum, bahwa guru sering disebut sebagai jantungnya pendidikan. Guru adalah pilar pendukung kita semua yang berperan dalam membimbing, mengarahkan, serta memberikan contoh terbaik selama duduk di bangku institusi pendidikan.

Mereka memberikan yang terbaik untuk mengajari kita pelajaran berharga dalam hidup dan menjadi sosok panutan yang kita hormati. Guru-guru juga yang berjasa dalam membentuk calon-calon penerus agar siap membangun Indonesia di masa depan.

Oleh karena itu, saudara-saudaraku sekalian, dalam rangka Hari Guru Nasional ini kita sediakan waktu untuk mengapresiasi jasa Ibu dan Bapak Guru yang tiada tara.

Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada semua guru karena telah menjadi panutan dalam hidup kami dan membantu kami tumbuh menjadi orang yang lebih baik. Selamat Hari Guru Nasional, terima kasih Guruku.

Sekian pidato yang saya sampaikan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesejahteraan dan kesuksesan sehingga mampu memberikan kebanggan bagi guru-guru kita tercinta.

Akhir kata,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh 2 Ceramah Pidato Hari Guru Nasional 2022

Upacara Bendera
Wali Kota Bogor saat memimpin upacara bendera pada momen HUT ke-77 RI di Lapangan Sempur Kota Bogor, Rabu (17/8/2022). (ANTARA/Linna Susanti).



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastyastu,

Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.

Hadirin yang berbahagia. 2 tahun ini adalah tahun yang penuh ujian. Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan, dan terpukul secara batin.

Guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pemah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan.

Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa “makan”.

Guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi. Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis.

Guru se-Indonesia menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda. Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

Para guru Indonesia yang dirahmati Tuhan. Saat ini, kita memiliki kebijakan soal Merdeka Belajar yang berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran. Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama.

Gerakan ini tidak bisa dibendung atau diputarbalikkan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Karena itulah, saya tidak akan menyerah untuk memperuangkan Merdeka Belajar, demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru se-Nusantara atas pengorbanan dan ketangguhannya. Salam Merdeka Belajar.

Demikianlah pidato ini saya sampaikan, saya akhiri, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Contoh 3 Pidato Hari Guru Nasional 2022


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2022.

Dunia pendidikan bergerak maju mengikuti arus perkembangan zaman. Di era yang lebih modern, peserta didik di Indonesia tidak hanya dituntut untuk menjadi pintar atau memiliki akhlak dan perilaku yang mulia, tetapi juga kemampuan kreatif serta berpikir kritis.

Tujuan-tujuan itu bisa diwujudkan dengan memberikan kemerdekaan belajar untuk semua anak. Merdeka yang sama seperti 77 tahun lalu, di mana Indonesia lepas dari pengaruh pihak manapun dalam menentukan masa depannya.

Kemerdekaan serupa juga seharusnya diberikan kepada para pelajar. Merdeka belajar memberikan kesempatan bagi para peserta didik untuk bebas mempelajari apa pun sesuai dengan minat, bakat, dan potensinya.

Ini akan menjadi tugas seluruh pihak yang terlibat dalam institusi pendidikan untuk mewujudkan, khususnya guru. Guru adalah bagian vital dari edukasi dan sosok yang menggerakkan roda pendidikan.

Mereka yang bertugas dalam membangun kepercayaan diri siswa-siswinya untuk bertanya, menjawab, berpikir kritis, dan menciptakan hal-hal baru. Guru juga diharapkan mampu memberikan peserta didik peluang tanpa batas untuk berinovasi sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan.

Dengan demikian, tugas guru di Indonesia ke depannya akan lebih menantang. Ada banyak rintangan yang mungkin dihadapi oleh para guru dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, berwawasan Pancasila, serta unggul dalam bidangnya.

Sesuai dengan tema Hari Guru Nasional tahun ini "Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar" mari kita dukung para guru untuk memberikan inovasi terbaik mereka untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Saya akan mengakhiri pidato ini dengan sebuah pepatah dari Jepang yang berbunyi "Satu hari bersama guru yang hebat, lebih baik dari seribu hari rajin belajar."

Sekian pidato Hari Guru Nasional yang saya sampaikan. Mudah-mudahan kita semua mampu menjadi bangsa bermoral, adil, makmur, dan sejahtera.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Contoh 4 Pidato Hari Guru Nasional 2022

UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA DI TANGERANG
Sejumlah Pasukan Pengibar Bendera melakukan hormat bendera saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di aliran Sungai Cisadane, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/hp.


Berikut ini adalah contoh pidato Hari Guru Nasional 2022 bertema “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar”.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam kebajikan.

Mari kita panjatkan puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2022.

Saudara-saudaraku yang berbahagia, pendidikan itu penting kiranya demi pembangunan harkat dan martabat bangsa. Bukan hanya soal pintar, tapi juga bagaimana pendidikan itu menciptakan sosok penerus bangsa yang dapat diandalkan.

Semua itu terjadi lantaran guru sudah memberikan ilmu-ilmu pengetahuan, akhlak, hingga cara bersosial yang sesuai arahan. Mengikuti perkembangan dunia modern, tentu mereka akan dihadapkan dengan persoalan-persoalan yang kian rumit.

Akan tetapi, dunia pendidikan kita tidak akan berhenti hanya karena persoalan ini. Sebut contohnya beberapa tahun lalu, Pandemi COVID-19 merebak seantero dunia. Guru-guru kalang kabut mencari solusi agar tetap bisa mengajar para muridnya.

Mereka bekerja pagi hingga sore untuk mengajarkan anak orang lain lewat teknologi. Dengan begitu, teknologi sekarang bukan hanya memberikan pengaruh negatif. Tapi, juga bisa memberikan akses yang lebih luas untuk dunia pendidikan.

Melihat kondisi belakangan ini, kinerja guru kian dekat dengan keluarga, tetangga, dan lingkungan di sekitarnya. Bukan hanya sosok berpakaian rapi yang pergi dari rumah tiap pagi, tapi mereka adalah bagian dari hidup kita.

Saudara-saudaraku yang terhormat, guru ternyata ada di sekeliling kita, mengajar dan mendidik anak-anak penerus bangsa Indonesia. Peran mereka kian nyata, baik di mata keluarga serta lingkungan sosialnya.

Kini, mereka sudah menjalankan rutinitasnya. Bukan berarti mereka hanya sekadar bekerja. Dengan ilmu yang mereka punya, pengetahuan akan dibagikan lewat bicara. Dengan menyadari keberadaan dan kepentingannya, diharap peringatan ini menjadi ajang penghargaan untuk guru di seluruh Indonesia.

Sekian pidato yang dapat saya sampaikan. Mari kita berdoa bersama demi kebaikan dunia pendidikan dan semoga lahir lagi guru-guru yang dapat diandalkan. Teruslah berinovasi dalam belajar, jangan lupa bahwa kita semua merdeka untuk belajar.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Pidato 5 dari Isi Sambutan Menteri Pendidikan di HGN

Ilustrasi HL Nadiem Makarim
Ilustrasi HL Nadiem Makarim. tirto.id/Lugas


Berikut ini isi sambutan pidato dari Menteri Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, pada peringatan Hari Guru Nasional 2021, dilansir dari situs Kemdikbud.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swatiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan,

Rahayu,

Ibu dan Bapak guru yang saya hormati dan banggakan,

Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan dan terpukul secara batin.

Guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan.

Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa ‘makan’.

Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi. Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata “putus asa”.

Saat sarapan dengan mereka, saya mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka.

Disitulah saya baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar.

Guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi. Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis. Guru se-Indonesia menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat yang berbeda-beda. Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia menginginkan kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

Sejak pertama kali kami cetuskan, sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan. Contohnya penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran.

Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama. Gerakan ini tidak bisa dibendung atau diputarbalikkan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Karena itulah, saya tidak akan meyerah untuk memperjuangkan Merdeka Belajar, demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru se-Nusantara atas pengorbanan dan ketangguhannya. Merdeka Belajar ini sekarang milik Anda.

Salam Merdeka Belajar.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Om Shanti, shanti, shanti om,

Namo buddhaya,

(Nadiem Anwar Makariem, 2021).

Baca juga artikel terkait HARI GURU atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight