Muktamar Muhammadiyah 2022

Kumpulan Pesan Bijak dari Tokoh-Tokoh Muhammadiyah

Penulis: Yandri Daniel Damaledo, tirto.id - 17 Nov 2022 13:39 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Kumpulan pesan bijak dari tokoh-tokoh Muhammadiyah, mulai dari Ahmad Dahlan hingga Buya Hamka.
tirto.id - Tanggal 18 November adalah peringatan Hari Ulang Tahun Muhammadiyah. Menurut sejarahnya, Muhammadiyah lahir pada 18 November 1912. Dengan demikian, tahun ini organisasi kemasyarakatan berbasis Islam ini telah berusia 110 tahun.

Muhammadiyah dikenal sebagai lembaga yang secara konsisten terjun dalam dunia dakwah dan pendidikan sekaligus. Lantas, siapa pendiri Muhammadiyah di Indonesia?

Pendiri muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan, yang merupakan tokoh Islam yang bergelar pahlawan nasional. KH Ahmad Dahlan juga berperan dalam memperjuangkan pendidikan bagi kaum pribumi.


Pada 18 November 1912, berdiri secara resmi organisasi Muhammadiyah. Pengajuan pengesahannya pada 20 Desember 1912 dengan mengirim Statuten Muhammadiyah (Anggaran Dasar Muhammadiyah). Gubernur Jenderal Belanda mengesahkannya pada 22 Agustus 1914.

Jadwal Muktamar Muhammadiyah 2022


Muktamar Muhammadiyah – ‘Aisyiyah ke-48 dilaksanakan pada 18 – 20 November 2022. Pada tanggal 18 November Sidang Tanwir, malam harinya acara Mangayubagyo di Edutorium UMS dan Pembukaan akan dilakukan pada 19 November 2022 di Stadion Manahan, Solo.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan ada lima agenda pokok dalam Muktamar Muhammadiyah kali ini.

    • Pertama, laporan PP Muhammadiyah 2015-2022.
    • Kedua, membahas program lima tahun ke depan.
    • Ketiga, membahas Risalah Islam Berkemajuan.
    • Keempat, membahas isu-isu strategis. Kelima, pemilihan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan membuka langsung muktamar yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah.

Kumpulan Pesan Bijak dari Tokoh-Tokoh Muhammadiyah


Berikut ini adalah kumpulan pesan bijak, dari beberapa tokoh Muhammadiyah, mulai dari Ahmad Dahlan, Haedar Nasir, hingga Buya Hamka

KH Ahmad Dahlan


"Berhati-hatilah kamu sekalian dalam mempergunakan waktu selama hidupmu"

"Janganlah kita terus-menerus lengah hidup di dunia, supaya jangan sengsara hidup di dunia dan di akhirat"

"Berkorbanlah dengan ikhlas dan hati yang suci, baik harta ataupun tenaga"

"Orang yang tersangkut perkara (hukum) takut dijatuhi hukuman. Tetapi, orang Mukmin takut akan bahaya yang akan mengancamnya di akhirat"

Haedar Nashir

"Setiap perbuatan baik akan memperoleh balasannya di dunia dan akhirat. Karena itu amal salih apapun bentuknya tidak akan sia-sia"

"Muslim yang mengamalkan Ihsan tidak akan terpenjara oleh hal-hal duniawi seperti materi dan jabatan —Haedar Nashir"

"Bersikap lemah lembut bukanlah pertanda lemah dan pengecut. Sebab kekuatan tidak harus ditampilkan dengan kasar dan galak"

Pesan Terakhir Siti Walidah

“Saya titipkan Muhammadiyah dan Aisyiyah kepadamu sebagaimana almarhum Kiai Haji Ahmad Dahlan menitipkannya"

Buya Syafii Maarif

“Bila minyak bumi lenyap dari dunia, mungkin akan ada gantinya. Tapi bila Islam yang hilang, gantinya tidak ada ada lagi”

“Demokrasi dengan segala kelambanan dan kelemahannya sejauh ini masih dipandang sebagai sistem terbaik yang pernah dikenal manusia. Indonesia pascaproklamasi telah mencoba berbagai model demokrasi agar lebih sesuai dengan kepribadian bangsa yang senantiasa menuntut perumusan baru dan segar. Sesudah bebas dari penjajahan politik, nasionalisme Indonesia perlu direorientasikan untuk membebaskan mayoritas rakyat dari kondisi ketertindasan dan ketidakberdayaan ekonomi. Political will pemerintah sangat dinantikan untuk tujuan strategis ini. Praktek korupsi dan kolusi harus dinyatakan sebagai lawan nasionalisme dengan orientasi baru ini”

"Hari depan Indonesia akan tergantung kepada berhasil atau gagalnya bangsa ini melawan korupsi ini. Jika berhasil, ada harapan bahwa Indonesia masih punya masa depan. Sebaliknya, jika gagal, mungkin masih ada masa depan, tetapi sebuah masa depan yang gelap gulita.”

Buya Hamka

"Close the old history and now open a new page. Well, stop thinking about being annoyed, what's the point of being overwhelmed for a long time"

"God's promise has been tajalli, glorify the people who are firm in faith. Allah has never denied the promise of historical dates to be a guide"

"Behind us stands a monument called fate, where it has been written the scroll that we will live. Regardless of how we avoid the provisions in fate, we cannot, but must obey his orders."


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight