Menuju konten utama

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia dalam Kondisi Terjaga

Sri Mulyani Indrawati memastikan, stabilitas sistem keuangan Indonesia berada dalam kondisi aman di tengah tekanan perekonomian global yang meningkat.

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia dalam Kondisi Terjaga
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) berbincang dengan Penasehat Senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Bruce Aylward (kiri) usai pertemuan Joint Finance and Health Ministers Meeting (JFHMM) G20 Indonesia di Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (21/6/2022). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

tirto.id - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati memastikan, stabilitas sistem keuangan Indonesia berada dalam kondisi aman di tengah tekanan perekonomian global yang meningkat. Hal ini tercermin dari beberapa indikator perekonomian dalam negeri masih menunjukan tren cukup baik.

"Stabilitas sistem keuangan (SSK) berada dalam kondisi yang masih terjaga di tengah tekanan perekonomian global yang meningkat," katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022, Senin (1/8/2022).

Sri Mulyani mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia tetap terjaga terutama didorong berbagai indikator dini pada Juni 2022 tercatat cukup baik. Misalnya indeks penjualan riil tumbuh 15,4 persen secara year on year (yoy).

Kinerja sektor manufaktur juga tetap positif tercermin dari PMI manufaktur yang masih ekspansif dan bahkan mengalami penguatan dari 50,2 Juni menjadi ke 51,3 di Juli 2022.

Selain itu, konsumsi listrik terutama untuk industri maupun bisnis juga tumbuh positif dan kuat. Indeks keyakinan konsumen IKK juga meningkat pada level 128,2 dari posisi Maret yang waktu itu hanya di 111,0.

"Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi," ujarnya.

Dari sisi kinerja Neraca Pembayaran Indonesia atau NPI, Sri Mulyani memperkirakan tetap kuat di tengah tekanan terjadinya arus modal keluar. Transaksi berjalan pada kuartal II-2022 diproyeksikan mencatat surplus dan lebih tinggi dibandingkan capaian surplus pada kuartal I-2022

"Hal ini terutama didukung oleh kenaikan surplus di neraca perdagangan. Terutama akibat tingginya harga komoditas global yang merupakan barang-barang ekspor Indonesia," jelasnya.

Bendahara Negara itu mengatakan resiliensi stabilitas sistem keuangan pada kuartal II-2022 menjadi pijakan bagi KSSK untuk tetap optimis. Di samping pemerintah juga terus mewaspadai berbagai tantangan dan risiko yang sedang dan akan terus terjadi.

"Pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya serta meningkatnya risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global menjadi perhatian dari KSSK," katanya.

Baca juga artikel terkait KSSK atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang