KSPI: 3.000 Buruh Giant Terancam PHK

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 27 Mei 2021 07:05 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Penutupan Giant itu berpotensi membuat 3.000 buruhnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
tirto.id - PT Hero Supermarket Tbk akan menutup seluruh gerai Giant miliknya per Juli 2021. Penutupan Giant itu berpotensi membuat 3.000 buruhnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal tersebut disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal melalui keterangan persnya, Kamis (27/5/2021). KSPI sudah mendapat informasi dari Serikat Pekerja Hero Group dan ASPEK Indonesia yang merupakan anggota KSPI terkait penutupan Giant ini.

Terhadap rencana tersebut, Said Iqbal meminta agar perusahaan merundingkan permasalahan ini dengan Serikat Pekerja Hero Group yang didampingi oleh Dewan Pimpinan Pusat ASPEK Indonesia.

KSPI juga meminta kepada pimpinan perusahaan Hero Group untuk tetap mempekerjakan karyawan Giant yang ter-PHK tersebut ke unit perusahaan lainnya milik Hero Group, seperti lain Hero Supermaket, Guardian, dan IKEA yang ada di seluruh Indonesia. Apabila ada karyawan Giant yang tidak bisa disalurkan ke unit perusahaan lain milik Hero Group, maka perusahaan berkewajiban membayar hak-hak karyawan plus kompensasi lainnya, sebagaimana yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati antara pimpinan perusahaan Hero Group dengan serikat pekerja Hero Group.

“Apabila ada buruh yang tidak disalurkan ke perusahaan lain, KSPI meminta perusahaan tidak menggunakan perhitungan pesangon yang diatur dalam omnibus law UU Cipta Kerja,” tegas Said Iqbal.

KSPI meminta perusahaan untuk memberikan waktu yang cukup kepada serikat pekerja dalam melakukan sosialisasi tentang rencana PHK hampir 3.,000-an karyawan Giant ini.

“Perusahaan jangan tergesa-gesa dan memaksakan kehendak terhadap kasus PHK besar-besaran di Giant. KSPI bersama ASPEK Indonesia akan mengawal terhadap proses PHK ribuan pekerja di Giant,” ujarnya.

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall sebelumnya mengatakan, perseroan memutuskan untuk memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Lini bisnis tersebut dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

“Kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, sebuah tren yang juga terlihat di pasar global,” kata Lindvall.

Sebagai bagian dari fokus baru ini, PT Hero Supermarket Tbk akan menutup seluruh Giant, lima di antaranya akan diubah menjadi IKEA. PT Hero Supermarket Tbk juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.

Terkait nasib karyawan, Lindvall memastikan akan dilakukan komunikasi kepada seluruh karyawan yang terdampak dengan proses yang adil.

Berdasarkan laporan keuangan HERO per 31 Desember 2020, perseroan secara total memiliki 9.917 karyawan.

PT Hero Supermarket Tbk saat ini dimiliki oleh Mulgrave Corporation (63,59%), The Dairy Farm (17,45%), CLSA Ltd (8,26%), PT Hero Pusakaseja (2,68%), dan masyarakat (8,82%).

Berdasarkan kinerja kuartal I-2021 yang dirilis, HERO mencatat penurunan pendapatan hingga 32,2% menjadi Rp1,763 triliun. Namun, HERO berhasil menciutkan kerugian dari Rp44 miliar pada kuartal I-2020 menjadi hanya Rp2 miliar pada kuartal I-2021. Kerugian bisa ditekan berkat pemulihan atas ketentuan kewajiban sewa yang dibukukan pada periode sebelumnya.

Dalam pernyataannya, HERO menjelaskan bahwa bisnis retail groserinya terkena dampak pandemi yang signifikan. Pola belanja masyarakat berubah total akibat pandemi, sehingga kunjungan ke gerai-gerai retail berkurang. Akibatnya, hal ini secara material memengaruhi kinerja hipermarket sebagai destinasi belanja dalam format besar yang merupakan penyewa utama di pusat perbelanjaan dan merupakan tempat mayoritas di mana area toko-toko Giant berada.

Perseroan juga menanggung liabilitas Rp3,275 triliun pada kuartal I-2021, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,983 triliun.

Dairy Farm Group sebagai pemegang saham terbesar perseroan pada 29 April 2021 memberikan fasilitas pinjaman hingga 55 juta dolar atau setara Rp1,854 triliun. Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, pinjaman itu diberikan oleh induk usaha untuk membantu HERO bertahan dalam kondisi perdagangan akibat pandemi.


Baca juga artikel terkait GIANT atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti

DarkLight