KSP: Ekonomi RI Relatif Baik di Tengah Melemahnya Kondisi Global

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 25 Jul 2022 14:00 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Moeldoko meminta publik untuk memahami kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil. Ia pun memandang Indonesia masih lebih baik daripada negara lain.
tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta publik untuk memahami kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil. Ia pun memandang Indonesia masih lebih baik daripada negara lain.

Hal tersebut merespon hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih buruk berdasarkan hasil survei 27 Juni hingga 5 Juli 2022 lalu, yang diikuti oleh 1.206 responden dengan margin error 2,9 persen.

"Kita mesti sampaikan juga kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian global saat ini tidak baik-baik saja, bukan hanya Indonesia yang menghadapi situasi ini," kata Moeldoko di Jakarta, Senin (25/7/2022).

Moeldoko berujar, lembaga seperti Bloomberg pun membuat analisa dan meranking beberapa negara yang terdampak dari krisis global. Bloomberg pun menilai 15 negara dengan rasio ekonomi baik dan buruk.

Indonesia, kata Moeldoko, berada di posisi risiko 3 persen dan baik. Indonesia lebih baik daripada negara lain seperti Sri Lanka yang bangkrut.

"Jadi saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi lingkungan global memang tidak sedang baik kondisinya dan kondisi ekonomi nasional kita relatif cukup baik karena pertumbuhan kita masih cukup tinggi diandingkan negara-negara," kata Moeldoko.

Mantan Panglima NTI ini juga menerangkan, angka inflasi Indonesia masih lebih baik daripada negara lain. Ia menduga, persepsi buruk soal ekonomi Indonesia muncul karena masalah harga komoditas, tetap pemerintah berupaya untuk menjaga agar tidak memburuk, seperti kasus minyak goreng.

"Jadi kalau sekarang ada penilaian seperti itu memang ada beberapa komoditas yang sedang naik tetapi pemerintah sudah bekerja untuk menurunkan itu semuanya, di antaranya harga minyak kemarin yang masih tidak stabil dan alhamdulillah sekarang sudah menuju stabil," kata Moeldoko.

LSI merilis hasil survei tentang persepsi publik terhadap ekonomi Indonesia. Angka kinerja presiden pun berada pada angka 64 persen puas (13,5 persen sangat puas dan 50,5 persen cukup puas), 27,2 persen kurang puas, dan 5,9 persen tidak puas sama sekali.

LSI mencatat kondisi baik berada di angka 25,4 persen (sangat baik 2,5 persen dan baik 22,9 persen), sedang (35,1 persen), dan buruk 35,1 persen (25,5 persen status buruk dan 9,6 persen menyebut sangat buruk). Penilaian merata, tetapi ada penilaian positif dari para masyarakat muda.

"Pada akhir Juni dan awal Juli ini saya sebut saja awal Juli masih lebih banyak yang menilai buruk kondisi ekonomi. Artinya persepsi ekonomi masih negatif yang menilai positif dibandingkan yang menilai negatif masih lebih sedikit," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam konferensi pers daring, Minggu (24/7/2022).


Baca juga artikel terkait EKONOMI INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang

DarkLight