Kronologi Peretasan Berita Tirto.id, Dua Artikel soal 'Obat Corona'

Oleh: Fahri Salam - 24 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pelaku meretas akun email editor Tirto, lalu masuk ke sistem manajemen konten dan menghapus 7 artikel, salah satunya yang kritis tentang klaim obat corona.
tirto.id - Tak cuma Tempo.co yang diretas pada Jumat dini hari (21/8), tapi juga berita-berita Tirto.id. Bila di Tempo.co dengan mengubah tampilan visual halaman situs web (deface), peretasan terhadap Tirto.id adalah menghapus berita-beritanya.

Peretas masuk ke akun email editor Tirto, lalu masuk ke sistem manajemen konten (CMS), kemudian menghapus sejumlah artikel. Salah satu artikel itu mengkritisi klaim ‘temuan obat corona’ oleh UNAIR, BIN, dan TNI AD telah melangkahi disiplin sains. Artikel ini dirilis pada Kamis (20/8) pukul 15.00.

Haris Prabowo, reporter yang menulis berita itu, mengabarkan kepada tim IT Tirto pada pukul 23:39 bahwa artikel tersebut tidak bisa dibaca, dengan keterangan ‘404: halaman tak ditemukan.”

Jumat dini hari, pukul 00.38, tim IT Tirto mengecek artikel itu di CMS. Ternyata artikel itu telah dipindahkan ke bagian ‘Trash’. Naskah itu telah tayang tapi kemudian dihapus. Rio Apinino, editor artikel itu, berkata tak sekalipun mengubahnya lagi setelah ditayangkan.

Tim IT Tirto mengembalikan artikel itu ke kolom ‘Draft’ dan Fahri Salam, redaktur utama Tirto, menerbitkan ulang pada Jumat pukul 2 dini hari.

“Tim IT melakukan penelusuran lebih lanjut, dan diketahui total ada 7 naskah yang dihapus,” ujar pemimpin redaksi Tirto.id Sapto Anggoro.

Peretas menghapus ketujuh artikel itu melalui satu akun milik editor. Editor yang bersangkutan tidak dalam posisi login di CMS.

Ketujuh artikel yang dihapus itu (berdasarkan urutan waktu):
  1. https://tirto.id/polisi-polisi-pejabat-dari-urus-beras-pns-hingga-korupsi-eiaD (dihapus pada 18/8/2020 pukul 23:42:55)
  2. https://tirto.id/preview-drakor-flower-of-evil-eps-7-di-tvn-kaki-tangan-do-min-seok-fYXQ (dihapus pada 19/8 04:43:32)
  3. https://tirto.id/soal-obat-corona-kepentingan-bin-tni-melangkahi-disiplin-sains-fYXD (dihapus pada 20/8 19:43:21)
  4. https://tirto.id/berbagai-kejanggalan-obat-corona-dari-unair-bin-dan-tni-ad-fYLo (dihapus 20/8 19:45:15)
  5. https://tirto.id/suara-nyaring-demokrat-di-dpr-tolak-omnibus-law-ruu-cilaka-eA1t (dihapus pada 20/8 21:37:15)
  6. https://tirto.id/prahara-demokrat-mengoreksi-kepemimpinan-sby-ecvw (dihapus pada 20/8/ 21:38:50)
  7. https://tirto.id/sby-sikap-malu-malu-demokrat-yang-masih-berharap-dilirik-jokowi-enk7 (dihapus pada 20/8 21:41:03)

“Sepertinya peretas ingin menghilangkan jejak, sehingga artikel lain tentang drama korea dan beberapa artikel lain turut dihapus,” kata Sapto.


Setelah mendeteksi dan memulihkan ketujuh artikel itu, pada Jumat pagi pukul 9, Tim IT mendapati dua dari tujuh naskah itu kembali terhapus (berada di log ‘Trash’). Kedua artikel itu mengkritisi obat corona yang disponsori oleh BIN dan TNI AD.


Pukul 11, semua naskah itu ditayangkan ulang.

Namun, pada Sabtu (22/8) pukul 07.53, tim redaksi menemukan dua artikel dari kanal Current Issue telah diacak-acak.

Artikel ‘Soal Obat Corona: Kepentingan BIN & TNI Melangkahi Disiplin Sains’ diubah judul dan isinya menjadi ‘Atasi Sembelit pada Bayi, Penyebabnya Bisa karena MPASI’. Beberapa hyperlink di teks artikel ini terhubung ke situs Tempo.co.

Lalu, artikel ‘Timbul-Tenggelam Gatot Nurmantyo: Nyaris Nyapres, Kini di KAMI’ (rilis pada 19/8 pukul 15:30) diubah menjadi ‘5 Posisi Bayi Menyusui yang Paling Baik, Bersandar hingga Tidur Miring.’


Pada pukul 11.20, dua naskah yang diacak-acak ini telah diperbaiki dan kembali seperti semula lalu ditayangkan ulang.

Setelah diketahui ada peretasan, redaksi Tirto.id menghentikan segala kegiatan mengunggah berita. Tim IT juga memperkuat sistem keamanan di CMS.

Pemred Tirto.id Sapto Anggoro berkata peretasan ini merupakan peringatan bagi institusi media yang ternyata tidak aman dan bebas melaksanakan fungsi kontrol di alam demokrasi. Meski enggan menduga siapa di balik peretasan, “Tapi kepada siapa pun itu, kami minta agar menyadari apa yang dilakukan media adalah bagian dari upaya demokratisasi.”

“Kalau tidak suka, pakai jalur yang ditetapkan undang-undang, yakni melalui Dewan Pers. Tidak bisa main hakim sendiri," ujar Sapto.


Baca juga artikel terkait PERETASAN SITUS atau tulisan menarik lainnya Fahri Salam
(tirto.id - Hukum)

Penulis: Fahri Salam
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight