Menuju konten utama

Kronologi Gedung Tiga Lantai Ambruk di Slipi

Pegawai minimarket sempat mendengar suara gemuruh saat gedung akan roboh.

Kronologi Gedung Tiga Lantai Ambruk di Slipi
Ilustrasi bangunan roboh. foto/istockphoto

tirto.id - Firman (22), pegawai minimarket di gedung tiga lantai yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat mengaku mendengar suara gemuruh seperti tikus lewat dari atap mini market saat gedung tersebut akan ambruk.

Saat itu, kata Firman beberapa pegawai tengah memasok barang di gudang yang terletak di lantai 2 bangunan.

"Tiba-tiba saja atasan saya melihat tembok sudah mulai retak, saat itu juga kami semua langsung mengevakuasi diri," kata Firman seperti dilansir dari Antara, Senin (6/1/2020).

Pegawai lainnya Rizal (28) mengatakan bahwa saat melihat atap retak, para pegawai langsung mengevakuasi pembeli. Ia langsung meminta pengunjung minimarket untuk keluar gedung dan menjauhi area gedung.

Dalam waktu selang 7-10 detik setelah para pembeli dan karyawan berhasil mengevakuasi diri, gedung tersebut ambruk seketika.

"Saat itu juga semua pembeli langsung kita suruh keluar, enggak berselang lama gedung langsung rubuh," kata Rizal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan konstruksi gedung tiga lantai yang roboh itu memang telah miring sejak 2018. Akibat peristiwa ini tiga orang terluka.

Polisi masih mencari penyebab ambruknya bangunan tersebut. Tiga korban luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan. Mereka yakni Febriani (27) warga Tanjung Duren Raya Nomor 2 RT 10/2 Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kemudian, Muhammad Iqbal (37) warga Jalan Mangga IV, RT 001/02, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dan Ervan Juliansyah (52) Kampung Gaga, Jalan Amil Abas Nomor 92 RT 01 RW 01, Larangan Selatan, Tangerang.

Dilansir dari Antara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat Tamo Sijabat belum bisa memastikan terkait identitas ketiga korban tersebut apakah pegawai minimarket atau warga yang sedang melintas.

"Belum bisa dipastikan, tadi langsung dievakuasi ke RS Tarakan," kata Tamo.

Saat ini, jalur Jalan Brigjen Katamso mengarah Kemanggisan masih tetap dibuka, sementara jalur yang mengarah ke Tanah Abang dibuka sebagian demi alasan keamanan.

Baca juga artikel terkait GEDUNG ROBOH

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Bayu Septianto