Kronologi Bentrokan Cina dan India yang Tewaskan 20 Orang di Ladakh

Oleh: Yantina Debora - 17 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Bentrokan terjadi di wilayah Himayala antara pasukan Cina dan India.
tirto.id - Sebanyak 20 tentara India tewas dalam bentrokan dengan pasukan Cina di daerah perbatasan Himalaya yang disengketakan, menurut para pejabat India.

Dikutip dari CNBC, Kementerian luar negeri India mengatakan kekerasan terjadi pada Senin (15/6/2020) malam di sepanjang perbatasan di Lembah Galwan di Ladakh.

Insiden antara pasukan Cina dan India ini meningkatkan ketegangan dua negara dan menjadi bentrokan mematikan pertama di daerah perbatasan dalam 45 tahun terakhir. Perang kedua negara pernah terjadi pada 1962.

Tentara India awalnya mengatakan tiga tentaranya telah tewas. Namun kemudian pada hari Selasa (16/6/2020), para pejabat mengatakan 17 tentara yang mengalami luka kritis telah meninggal, sehingga total korban menjadi 20 orang.

Kronologi bentrokan antara pasukan dua negara ini berawal saat kedua belah pihak bertemu pada 6 Juni untuk membahas soal masalah perbatasan di wilayah Himalaya.

Namun bukannya mencapai kesepakatan terkait sengketa perbatasan, kedua negara malah terlibat ketegangan hingga berujung bentrok.

“Pada sore dan malam tanggal 15 Juni 2020, sebuah pertempuran sengit terjadi sebagai hasil dari upaya Cina yang secara sepihak mengubah status quo di sana, ”kata Anurag Srivastava, juru bicara resmi untuk kementerian luar negeri India.

"Korban berjatuhan dari kedua belah pihak seharusnya bisa dihindari seandainya perjanjian di tingkat yang lebih tinggi diikuti oleh pihak Cina."

Kementerian luar negeri Cina juga mengkonfirmasi ada "konfrontasi fisik" di perbatasan tetapi tidak menyebutkan soal korban. Cina mengatakan ada pelanggaran serius terhadap konsensus yang dicapai oleh kedua pihak.

Tentara Cina mengatakan pasukan perbatasan India "mengingkari komitmen mereka" dan "secara serius melanggar perjanjian dan protokol" tentang masalah perbatasan antara kedua pihak.

Dikutip dari BBC, Juru bicara kementerian luar negeri Cina, Zhao Lijian mengatakan India telah melintasi perbatasan sebanyak dua kali pada hari Senin, "memprovokasi dan menyerang pasukan Cina, yang mengakibatkan konfrontasi fisik yang serius antara pasukan perbatasan di kedua sisi".

India vs Cina di LAC

LAC merupakan wilayah yang cukup dibatasi sungai. Kedua belah pihak tentara - mewakili dua tentara terbesar di dunia - bertatap muka di banyak titik di wilayah LAC. Namun terjadi konfrontasi di sepanjang perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.

India menuduh Cina mengirim ribuan tentara ke lembah Galwan di Ladakh dan mengatakan Cina menempati 38.000 km persegi (14.700 mil persegi) wilayahnya.

Beberapa putaran pembicaraan dalam tiga dekade terakhir telah gagal menyelesaikan perselisihan perbatasan Cina dan India. Pada bulan Mei, puluhan tentara India dan Cina terlibat bentrok fisik di perbatasan negara bagian Sikkim di timur laut.

Pada tahun 2017, kedua negara bentrok di wilayah tersebut setelah Cina mencoba untuk memperpanjang jalan perbatasan melalui dataran tinggi yang disengketakan.

Ketegangan juga terjadi saat India membangun jalan baru di tempat yang oleh para ahli dikatakan sebagai daerah paling terpencil dan rentan di sepanjang LAC di Ladakh.

Jalan itu bisa meningkatkan kemampuan Delhi untuk menggerakkan SDM dan material dengan cepat jika terjadi konflik. Keputusan India untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah LAC itu membuat marah Beijing.

Wilayah yang diperebutkan India dan Cina adalah wilayah penting. Kedua belah pihak melihat kawasan itu penting secara strategis, ekonomis dan militer.


Baca juga artikel terkait BENTROK INDIA DAN CINA atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight