KPPPA Sebut Persiapkan 1.000 Hari Pertama Bayi Cegah Stunting

Oleh: Riyan Setiawan - 9 Agustus 2019
Menjaga 1.000 HPK itu harus benar-benar dilakukan oleh seorang ibu dalam langkah mencegah stunting.
tirto.id - Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang mencakup 1.000 perdana seorang anak merupakan periode emas bagi pertumbuhan manusia.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Hendra Jamal menjelaskan, 1.000 hari pertama kehidupan adalah 270 hari dalam rahim, ditambah 730 hari setelah kelahiran.

"Mempersiapkan 1.000 hari pertama kehidupan dengan baik adalah juga mempersiapkan pemimpin bangsa. Oleh karena itu, setiap Ibu adalah tiang negara," kata dia saat diskusi bertajuk 'Empowers Parents, Enable Breastfeading', di Kantor KPPPA, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).


Hendra juga menerangkan, menjaga 1.000 HPK itu harus benar-benar dilakukan oleh seorang ibu dalam langkah mencegah stunting. Meskipun saat ini angka stunting turun, tetapi masih banyak anak yang kekurangan gizi.

"Bersyukur lah dengan kondisi kita yang sampai saat ini tumbuh secara sehat. Sebab, 1.000 hari pertama kehidupan anak, sudah ditata oleh seorang ibu dengan baik dan penuh amanah," ujar dia.

ia juga menjelaskan beberapa kunci sukses pemenuhan gizi pada 1.000 HPK. Ia menerangkan, saat masa kehamilan, seorang ibu wajib memeriksa secara rutin kehamilan, pemberian tablet penambah darah dan pemenuhan gizi selama kehamilan.

"Setelah seorang ibu melahirkan, mereka wajib melakukan progran Inisiasi Menyusu Dini dan memberikan Air Susu Ibu atau ASI pada usia nol sampai enam bulan," kata dia.

Selain itu, kata dia, pasca melahirkan, seorang ibu juga berkewajiban memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pada bayinya dan juga mmeberikan imunisasi.

"Lalu yang terpenting menjaga sanitasi lingkungan agar anak tetap sehat," imbuh dia.



Baca juga artikel terkait HARD NEWS atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali
DarkLight