KPK Panggil 3 Rektor UIN Kembangkan Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag

Oleh: Mohammad Bernie - 17 Juni 2019
KPK terus mengembangkan kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama RI. Hari ini komisi anti rasuah itu memanggil tiga rektor Universitas Islam Negeri (UIN) untuk diperiksa.
tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama RI. Hari ini komisi anti rasuah itu memanggil tiga rektor Universitas Islam Negeri (UIN) untuk diperiksa.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY [Romahurmuziy]," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat keterangan tertulisnya pada Senin (17/6/2019).

Mereka antara lain, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Warul Walidin; Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Masdar Hilmy; dan Rektor IAIN Pontianak Syarif.

Tak hanya itu, KPK juga berencana memeriksa Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Ali Mudlofir; Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya Akh Muzakki; Wakil Rektor I IAIN Pontianak Hermansyah; dan Dosen IAIN Pontianak Wajidi Sayadi.

Kasus ini berawal dari OTT terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Kakakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kakanwil Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi.

Diduga Romy telah menerima suap Rp300 juta dari Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi agar membantu keduanya untuk mendapatkan jabatan Kepala Kanwil Kemenag.

KPK menyangka Romahurmuziy melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Haris Hasanuddin diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU Tipikor. Sementara Muafaq Wirahadi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.


Baca juga artikel terkait JUAL BELI JABATAN KEMENAG atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Maya Saputri