Menuju konten utama

Korban Tewas 22 Mei, Polri Ungkap Pelaku Jika Investigasi Selesai

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal menyatakan soal sembilan korban tewas yang diduga merupakan massa perusuh aksi 21-22 Mei 2019, masih dalam pendalaman tim investigasi.

Korban Tewas 22 Mei, Polri Ungkap Pelaku Jika Investigasi Selesai
Kadiv Humas Polri Polri yang baru Brigjen Pol. Muhammad Iqbal berpose seusai sertijab di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018). ANTARA FOTO/Kahfie kamaru.

tirto.id - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal menyatakan soal sembilan korban tewas yang diduga merupakan massa perusuh aksi 21-22 Mei 2019, masih dalam pendalaman tim investigasi.

“Tim akan sampaikan secara utuh [jika rampung investigasi], termasuk korban itu. Untuk TKP [penembakan korban] kami sedang lakukan pendalaman karena ini scientific,” kata dia di Mabes Polri, Kamis (13/6/2019).

TKP penembakan menjadi penting lantaran korban bisa saja ditembak di mana, kemudian ditolong masyarakat, kemudian dibawa ke rumah sakit.

“Kami betul-betul mencari TKP, mencari saksi, mencari petunjuk berupa rekaman CCTV dan lainnya,” sambung Iqbal.

Inspektorat Pengawasan Mabes Polri, Komjen Pol Moechgiyarto menjadi pemimpin dalam investigasi rusuh kali ini. Namun, belum diketahui secara lengkap hasil pemeriksaan tersebut.

“Kami sedang bekerja, pekerjaan tim investigasi tidak hanya fokus kepada yang meninggal dunia, tapi semua rangkaian peristiwa 21-22. Bagaimana masyarakat bisa tiba-tiba ke situ, massa perusuh juga ke situ,” ucap Iqbal.

“Sudah kami amankan, sudah ada petunjuk dan bukti bahwa ini terkoneksi ke tokoh ini, ini terkoneksi ke sini, dari luar daerah,” sambung dia.

Komnas HAM pun melakukan penyelidikan kasus kematian para korban dan baru mendapat temuan mengenai sebab kematian lima korban saja. Sementara empat lainnya masih misterius.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, Komnas HAM belum melihat seluruh jenazah korban. "Yang lain itu mati belum dikonfirmasi. Kami harus berkunjung," ujar Beka ketika dihubungi Tirto, Selasa (11/6/2019).

Komnas HAM sempat bertemu tim kepolisian, pada Selasa (11/6/2019), Beka menyatakan dalam pertemuan itu polisi tidak memaparkan mengenai penyebab kematian sembilan korban, apalagi dugaan pelakunya. Ia berpendapat kepolisian hanya menduga seluruh korban sebagai perusuh tanpa dasar yang jelas.

"Belum banyak yang didiskusikan karena kepolisian juga masih bekerja menyusun kronologi dan sedang memproses penyidikan terhadap tersangka perusuh dan sebagainya," kata Beka.

Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI 2019 atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri