Korban Keracunan Tutut di Sukabumi Bertambah Jadi 52 Orang

Oleh: Agung DH - 25 Juli 2018
Jumlah korban keracunan tutut di Sukabumi menjadi 52 orang.
tirto.id - Korban keracunan kuliner tutut (siput sawah) dari dua desa di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus bertambah. Korban mayoritas anak-anak.

"Awalnya jumlah warga yang diduga keracunan tutut sebanyak 44 orang, setelah diverifikasi menjadi 52 orang," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro di Sukabumi, Rabu (25/7/2018).

Susatyo merinci, korban di Desa Citamiang sebanyak 33 orang dan Desa Sukamanis 19 orang yang mayoritas korbannya adalah anak-anak. Dari jumlah tersebut satu diantaranya meninggal dunia yang diketahui bernama Thamrin (18) warga Desa Citamiang.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan mengambil sampel makanan serta melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan keracunan massal usai menyantap sayur tutut.


Menurutnya, sebagian warga sudah ada yang pulang dan memilih rawat jalan, namun yang dikhawatirkan kondisi anak-anak yang masih lemah karena kebanyakan kehilangan cairan tubuh akibat muntah dan buang air.

"Saya sudah perintahkan seluruh jajaran untuk memonitor perkembangan, tim dokter kepolisian juga diminta untuk siaga di kediaman warga yang sudah pulang dari rumah sakit," tambahnya.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan untuk pengobatan korban keracunan ini ditanggung oleh pemerintah, namun pihaknya menginstruksikan jajarannya untuk mencari tahu penyebab keracuan massal ini.

Selain itu seluruh korban harus diberikan pengobatan maksimal serta memantau korban yang sudah pulang ke rumah khawatir kesehatannya kembali menurun. "Kami sudah diinstruksikan khususnya tim medis untuk siaga karena masih banyak warga yang kondisi kesehatannya belum baik," katanya.

Kasus keracunan tutut ini pernah terjadi di Bogor akhir Mei lalu. Korban keracunan makanan ini bahkan mencapai 85 orang.

Baca juga artikel terkait KERACUNAN atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH