Menuju konten utama

Korban Banjir Solo Sebut Banjir Mulai Surut Jumat Siang

Warga menyebut luapan air sempat naik lagi pada Jum'at (17/2/2023) pagi, dan akhirnya mulai surut jelang ibadah Jumatan.

Korban Banjir Solo Sebut Banjir Mulai Surut Jumat Siang
Warga terdampak banjir mengungsi di sebuah gudang di Pucang Sawit, Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/2/2023). Banjir yang terjadi di sejumlah perkampungan di Kota Solo tersebut disebabkan meluapnya sejumlah anak Sungai Bengawan Solo karena hujan deras. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa.

tirto.id - Luapan air Sungai Bengawai Solo yang menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Surakarta, Jawa Tengah, dikabarkan telah mulai surut. Salah satunya di wilayah Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres.

Seorang warga Jagalan, Bayu Wicaksono (37) menyebut wilayahnya sempat terdampak banjir pada Kamis (16/2/2023) malam. Luapan itu sempat surut sekitar pukul 24.00 WIB jelang ganti hari.

Wilayah Kelurahan Jagalan lokasinya tak sampai 200 meter dari Sungai Bengawan Solo.

Setelahnya, lanjut Bayu, luapan air sempat naik lagi pada Jum'at (17/2/2023) pagi, dan akhirnya mulai surut jelang ibadah Jumatan.

"Ini air sudah surut. Warga sudah bersih-bersih rumah, sudah banyak yang kembali ke rumah," kata Bayu kepada wartawan Tirto, Jumat siang.

Warga Kelurahan Jagalan yang terdampak banjir sempat diungsikan ke SD Negeri Jagalan dan sebuah pabrik yang memproduksi plastik.

"Hingga hari ini, sisa dua keluarga ngungsi di sekolah dasar," tambahnya.

Hal serupa juga terjadi di wilayah rumah Yasara Madda Adati (23) di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Lokasinya masih di wilayah perbatasan dengan Kota Surakarta.

Rumah Yasa lokasinya hanya 200 meter dari Sungai Bengawan Solo.

Kata Yasa, luapan air mulai muncul sekitar Kamis malam jam delapan. Dua jam setelahnya, luapan air sudah merambah ke belakang rumahnya yang dataran rendah. Rumah Yasa ada di dataran tinggi.

"Yang daerah perumahan airnya sampai masuk rumah. Kebetulan rumah saya agak atas, jadi air hanya masuk di taman belakang," kata Yasa kepada Tirto, Jumat siang.

"Jadinya dadakan banget kita dan tetangga yang kena luapan air Bengawan Solo baru ngangkatin barang malam-malam," tambahnya.

Ia menuturkan saat banjir tadi malam respons dari pihak otoritas setempat sangat minim.

"Kebetulan ada yang patroli tadi malam tapi hanya formalitas. Tidak ada anjuran dan pemberitahuan apa-apa," katanya.

Yasa melanjutkan, puncak banjir di wilayahnya mulai parah pada Jum'at dini hari dan akhirnya surut pada pagi hari.

Kepada wartawan Tirto, Yasa menunjukkan sebuah foto rumah tetangganya yang tenggelam menyisakan atap. Kata dia, jarak rumah itu hanya 100 meter dari sungai

Baca juga artikel terkait BANJIR SOLO atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - News
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Restu Diantina Putri