Kookmin Bank Miliki 33,9% Saham Bukopin dan Jadi Pemegang Kendali

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 3 Agustus 2020
Kookmin Bank, perusahaan perbankan asal Korea Selatan resmi menjadi pemegang saham pengendali Bukopin dengan porsi saham 33,9 persen.
tirto.id - Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Purwantono menyatakan bank asal Korea Selatan, Kookmin Bank (KB) resmi menjadi pemegang saham pengendali Bukopin. KB menyerap Rp2,97 miliar saham dalam Penawaran Umum Terbatas ke-5 (PUT V) sehingga menjadikan kepemilikan perusahaan itu menjadi 33,9 persen atau di atas ambang minimum pemegang saham pengendali di angka 25 persen.

“Secara final Kookmin Bank porsi pemegang sahamnya sekarang 33,9 persen. Sementara Bosowa Corporindo jadi 23,4 persen tetap. Pemerintah turun jadi 6,37persen,” ucap Rivan dalam konferensi pers virtual, Senin (3/8/2020).

“Dengan demikian pemegang saham terbanyak, terbesar adalah KB Kookmin Bank,” tambah Rivan.

Total Rp2,97 miliar saham itu hampir separuh dari total saham yang dilego Bukopin pada 29 Juni 2020 lalu senilai Rp6,4 miliar. Dalam jajaran pembelinya, ia juga menyebutkan keterlibatan publik cukup besar hingga mencapai 24 persen saat PUT V ditutup 30 Juli 2020.

Adapun pemegang saham Bukopin sebelumnya belum ada yang mencapai target pemegang saham pengendali. Rinciannya, 23 persen Bosowa, KB Kookmin Bank 22 persen dan pemerintah 8,9 persen.

Sebagai tindak lanjut dari perubahan kepemilikan ini, Bukopin tengah menunggu pengumuman resmi OJK untuk menetapkan Kookmin sebagai pemegang saham pengendali. Kookimin juga tengah menjalani proses fit & proper dalam 1-2 hari ke depan.

Lewat penambahan modal ini, Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal Bukopin meningkat menjadi 14 persen. Naik dari Juni 2020 di kisaran 12,59 persen.

Rivan bilang Kookmin masih berencana menambah kepemilikan saham lagi hingga di atas 51 persen dengan target 67 persen. Jika berhasil CAR Bukopin akan naik menjadi 16-17 persen.






Baca juga artikel terkait atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight