KontraS Sebut Terlatih Terima Kritik Bukanlah Pencapaian TNI

Oleh: Mohammad Bernie - 9 Maret 2019
Indikator kesediaan TNI menerima kritik dari masyarakat perlu diperjelas, karena dalam praktiknya masih ada persekusi kepada warga.
tirto.id - Staf Biro Penelitian, Pemantauan, dan Dokumentasi KontraS, Rivanlee Anandar menilai kesediaan TNI menerima kritik, bukan pencapaian.

Menurut dia, semua institusi negara selayaknya harus bersedia menerima kritikan dari masyarakat.

"Sebagai pemangku kepentingan atau institusi negara, TNI sudah semestinya menerima kritik sehingga hal tersebut memang sebuah keniscayaan, bukan capaian," kata Rivan saa dihubungi Tirto, Sabtu (8/3/2019).


Pernyataan Rivan itu menanggapi Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Eks Panglima TNI itu mengatakan saat ini TNI sudah terlatih menerima kritik oleh masyarakat.

"Saya katakan secara dalam konteks koreksi atau mengkritisi, TNI itu, TNI sudah terlatih dikritisi," ujarnya saat di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).

Moeldoko menuturkan, jika saat ini TNI secara psikologis sudah kuat untuk menerima kritikan dan masukan dari masyarakat.

Sehingga, kata Moeldoko, bisa menahan diri dan tidak mudah marah ketika dikritisi oleh masyarakat, maupun nyanyian Robertus Robert pada saat aksi Kamisan.

"Secara psikologi juga sudah cukup kuat, tidak mudah lagi telinganya merah. TNI sekarang tidak seperti itu [mudah marah]," tuturnya.

Rivan pun mempertanyakan indikator yang digunakan Moeldoko untuk mengatakan TNI sudah terlatih dikritik.

Sebab, kata daia, justru praktik persekusi oleh personel TNI kepada warga yang dinilai menghina TNI masih terjadi.

"Kita mesti bertanya kembali pada Pak Moeldoko, apa yang menjadi standar dari 'TNI hari ini lebih menerima kritik', sementara dari kasus yang terjadi belakangan kerap muncul persekusi dari media online yang berdampak membangunkan respon represif dari TNI juga?" tandas dia.



Baca juga artikel terkait TNI atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Zakki Amali
DarkLight