Konser Didi Kempot yang Digemari Tak Hanya Orang Jawa Saja

Oleh: Alexander Haryanto - 20 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Didi Kempot adalah penyanyi campur sari yang melegenda, malam ini ia akan menggelar konser bertajuk "Konangan Concert" di Jakarta.
tirto.id - Penyanyi campursari, Didi Kempot akan menggelar konser bertajuk "Konangan Concert" di Jakarta malam ini, Jumat, 20 September 2019. Penulis lirik lagu "Banyu Langit" ini bilang penikmat musiknya bukan hanya orang Jawa saja.

Atas hal itu, Didi Kempot pun mengaku bangga dan bahagia bila karya-karya diterima dengan baik. Sebab, hampir mayoritas liriknya ia ciptakan dengan bahasa Jawa seperti "Cidro", "Sewu Khuto", hingga "Stasiun Balapan".

"Setiap saya konser di mana aja penontonnya juga bukan dari Jawa saja, ada yang kuliah dari mana dan suku manapun ada di situ," kata pria yang dijuluki The Godfather of Broken Heart ini dilansir dari Antara.

Menurut Didi, media sosial, terutama YouTube sangat membantu dirinya mempromosikan karya-karyanya, sehingga seluruh penikmat musik tanah air bisa menikmatinya. "Mereka bisa terhanyut, alhamdulillah meskipun bukan orang Jawa tapi terhibur dengan budaya tradisional," ujarnya.

Terkait dengan konsernya malam ini, Didi bilang: "Nanti malam untuk pertama kalinya saya manggung di tempat yang begitu megah seperti ini. Insya Allah saya sudah siapkan beberapa lagu dan semoga lagu-lagu saya bisa bikin ambyar yang menyaksikan pada malam hari ini."

Didi Kempot lantas berharap semakin banyak masyarakat Indonesia terutama generasi muda yang menghormati budaya tradisional.

Didi Kempot—atau biasa memanggilnya ‘Lord Didi’—adalah penyanyi campursari asal Surakarta. Gagrak campursari, sebagaimana namanya, merupakan jenis musik yang menggabungkan banyak warna: Barat, Timur, tradisi lokal, hingga dangdut. Di scene ini, nama Didi Kempot sudah setara dengan legenda.

Membicarakan campursari tanpa menyebut Didi Kempot bisa jadi adalah kejahatan luar biasa. Didi Kempot adalah campursari—vice versa.

Darah kesenian mengalir deras di lingkungan keluarga Didi Kempot. Ayahnya, Ranto Edi Gudel, adalah pelawak. Sementara sang kakak, Mamiek Prakoso, merupakan salah satu pilar kelompok dagelan Srimulat.

Pada pertengahan 1980-an, Didi Kempot memutuskan untuk terjun ke dunia musik. Ia mengawali langkahnya di jalanan, dari Yogyakarta sampai Jakarta, sebagai seorang pengamen. Namanya yang semula Didi Prasetyo pun berubah jadi “Didi Kempot”—merujuk pada singkatan Kelompok Penyanyi Trotorar.

Seiring waktu, Didi Kempot ingin menyeriusi karier bermusiknya. Ia lantas memilih campursari. Alasannya, Didi Kempot prihatin dengan sedikitnya anak-anak muda yang tertarik akan musik ini.



Baca juga artikel terkait DIDI KEMPOT atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight