Kongres PSSI Tinggal 3 Hari, tapi Para Caketum Belum Dapat Undangan

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 30 Oktober 2019
Calon Ketua Umum PSSI belum dapat undangan kongres, padahal acara tinggal tiga hari lagi.
tirto.id - Hingga Rabu (30/10/2019) siang, belum ada satu pun calon Ketua Umum PSSI yang menerima undangan resmi untuk menghadiri kongres pemilihan caketum, cawaketum, dan calon exco. Jika menghitung kolom kalender, kongres tinggal tiga hari lagi.

Kondisi ini bikin sejumlah caketum gusar. Sebagian yang lain bahkan mulai mempertanyakan keseriusan PSSI mencari pemimpin baru.

"Saya belum terima undangan kongres tanggal 2. Saya kok malah khawatir, ini sebenarnya kongresnya jadi enggak?" ujar caketum Fary Djemi Francis di Aula Wisma Kemenpora, Rabu (30/10/2019).

Calon lain, Aven S Hinelo, juga mempertanyakan hal serupa. "Saya belum lihat bentuk undangan fisiknya itu seperti apa," keluhnya.

Kekecewaan ini, menurut Aven, seolah melengkapi keanehan-keanehan sebelumnya.

Pekan lalu, Komite Pemilihan PSSI melarang para peserta menghadiri talkshow sepakbola yang disiarkan stasiun televisi. Saat itu anggota Komite Pemilihan PSSI, Budiman Dalimunthe, berdalih pelarangan ini disebabkan potensi kegiatan tersebut melanggar timeline.

"Kami sudah menetapkan masa kampanye. Karena itu para calon mohon tidak tampil di depan publik untuk membicarakan program, visi, misi, atau terkait PSSI sebelum masa kampanye," kata Budiman.

Kejanggalan lain juga terjadi ketika Komite Banding PSSI memutuskan membatalkan acara debat terbuka caketum yang seharusnya berlangsung Kamis, 31 Oktober, dengan dalih--yang terkesan mengada-ada--"suasana tak kondusif."

Kondisi yang dimaksud adalah polemik sejumlah caketum yang mempermasalahkan tanggal kongres.

"Daripada situasinya seperti itu, mending kami batalkan saja sekalian," ujar Machfudin Nigara, ketua panitia debat sekaligus anggota Komite Pemilihan PSSI.


Baca juga artikel terkait KONGRES PSSI atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Herdanang Ahmad Fauzan
Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Rio Apinino
DarkLight