Konflik Suku di Sudan & Kondisi Terkininya: 48 Orang Tewas

Oleh: Alexander Haryanto - 7 Desember 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sudan sedang mengalami gejolak perang antar-suku yang menyebabkan 48 orang tewas.
tirto.id - Konflik antar suku di negara bagian Daftur Barat, Sudan telah menyebabkan 48 orang tewas. Hal itu dilaporkan oleh sebuah organisasi non-pemerintah, Komite Pusat Dokter Sudan.

Seperti diberitakan Xinhua, sebagian besar mereka yang tewas itu akibat peluru tajam. "Laporan awal menunjukkan ada 48 kematian akibat peluru tajam dan sejumlah besar cedera, beberapa kritis, akibat konflik berdarah di daerah Kirainik di negara bagian Darfur Barat," bunyi pernyataan itu.

Di sisi lain, Koordinasi Umum untuk Pengungsi dan Pengungsi di Darfur menyatakan, puluhan orang tewas atau terluka akibat serangan oleh orang-orang bersenjata di daerah Kirainik di negara bagian Darfur Barat.

"Kekerasan meletus di daerah itu setelah milisi bersenjata membunuh dan melukai sejumlah pengungsi internal (IDP), dan membakar kamp IDP dan pasar daerah Kirainik di negara bagian Darfur Barat," ungkap organisasi non-pemerintah itu.

Kendati demikian, pihak berwenang Sudan belum mengumumkan terkait jumlah korban tewas atau terluka dalam konflik itu.

Akan tetapi, Gubernur Wilayah Darfur Arko Minni Minnawi memastikan akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah perpecahan suku, pembakaran desa dan eskalasi konflik.

Sudan
Orang-orang memprotes kudeta militer Oktober dan kesepakatan berikutnya yang mengembalikan Perdana Menteri Hamdok di Khartoum, Sudan, Senin, 6 Desember 2021 (AP Photo/Marwan Ali)





"Dewan menyatakan penyesalan atas terjadinya peristiwa seperti itu yang menyebabkan pertumpahan darah dan hilangnya harta benda," kata Salma Abdul-Jabbar Al-Mubarak, juru bicara dewan dalam sebuah pernyataan.

Menurut Salma, pemerintah perlu menghadapi kelompok yang berusaha membuat konflik dan memicu kepanikan warga.

Dewan menginstruksikan untuk memastikan lebih banyak kontrol atas situasi di daerah-daerah itu untuk menegakkan aturan hukum, membatasi aliran senjata dari negara-negara tetangga yang dilanda krisis, dan menghentikan perdagangan ilegal.

Sementara itu, awal Januari lalu, Al Jazeera melaporkan, Sudan juga pernah terlibat peristiwa serupa. Komite Pusat Dokter Sudan mengatakan, bentrokan itu telah menyebabkan 83 orang tewas dan 160 lainnya luka-luka.

Konflik pada Sabtu itu terjadi antara suku Massalit melawan pengembara Arab di al-Geneina. Kekerasan berubah menjadi pertempuran yang lebih luas, bahkan melibatkan milisi bersenjata di daerah itu. Tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga merusak beberapa bangunan.


Baca juga artikel terkait PERANG SUKU DI SUDAN atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight